DENPASAR – Ada saja momen para tokoh peduli Bali untuk berkumpul, temu kangen ngobrol santai dan berbagi cerita tentang pembangunan Bali saat lampau, masa kini dan kedepan. Kali ini 100 an lebih tokoh berkumpul di NEXX Café (duku Krishna Oleh-oleh Diponegoro Denpasar) sambil merayakan HUT ke-55 Ketua Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI), Dr. Gusti Kade Sutawa, S.E, M.M, MBA, Rabu, 31 Juli 2024.
Tampak hadir Gubernur Bali dua periode 2008-2018 Dr. I Made Mangku Pastika, Pembina Umum Paiketan Krama Bali, Ida Rsi Wisesanatha dan Ida Rsi Istri Mahadewi, Ketua Umum Paiketan Krama Bali, Dr. Ir. I Wayan Jondra, M.Si; Drs. Ketut Ngastawa, S.H; Ir. Nyoman Bhaskara; Pemilik Bounty Cruise dan Wanhat NCPI, I Gde Wiratha, tokoh pariwisata Bali IGN Rai Suryawijaya, Ketua NCPI Bali dan Pengusaha property, Ir. Agus Maha Usadha, pengamat social dan pengelana Drs. Putu Suasta, M.A; mantan Drut BTDC Nusa Dua Ir. Made Mandra, M.Sc; akademisi Undiknas Prof. IB. Raka Suardana, M.M, Sudiarta Indrajaya, Arya Budiman, Pangeran D. Hutagaol, Jero Gede Subudi, A.A Kompyang Gede, tokoh pariwisata Badung, I Gst Kompyang Aya Supartha, Mantan Kadis Pariwisata Bali, A.A.G Yuniartha, Gatra, pengusaha Dr Panudiana Kuhn dan sejumlah mantan pejabat di Bali, puluhan tokoh pariwisata, tokoh lingkungan, budaya dan aktivis kemanusiaan.

Dalam sambutan singkat saat menyapa para tokoh, tuan rumah NEXX Café, Dewan Penasihat (Wanhat) NCPI, I Gusti Ngurah Anom atau yang sering disapa Ajik Krishna mengatakan, sebagai pengusaha Bali, Ajik sangat concern terhadap kelestarian lingkungan. “Di mana pun ada outlet Krishna Oleh-oleh, tak boleh ada satu pun pohon dipotong, kami biarkan pohon itu tumbuh, malah bangunannya yang kami ubah bentuknya agar tidak memotong pohon” ujar Ajik Krishna. Ajik Krishna yang dikenal sangat dermawan ini juga sangat concern merekrut karyawan yang difabel. Ia justru senang karena karyawan yang difabel justru lebih giat bekerja ketimbang karyawan yang fisiknya normal. “Karyawan kami yang tidak normal malah lebih banyak dan lebih giat bekerja daripada yang normal” ujarnya disambut gelak tawa hadirin.
Guti Kade Sutawa atau yang kerap disapa Ajik Gusde mengaku sangat bangga dan bersyukur seratus tokoh Bali bisa hadir. “Begitu yang terdaftar 100 orang, saya mohon maaf terpaksa pendaftaran saya close, takut nggak kebagian tempat parkir” ujarnya. Ia hafal semua tokoh yang hadir, mulai dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Saat ini, ia aktif setidaknya di 15 organisasi, dua di antaranya sebagai ketua umum. “Kalau ditanya apa kerjaannya, ya saya bilang aktif di organisasi, saya orang organisasi” ujarnya. Menurut catatan redaksi, selain sebagai Ketua Umum NCPI, Ajik Gusde adalah Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB), Pembina di Paiketan Krama Bali, salah satu penggagas dan Steering Committee Gema Perdamaian 2002, pernah menjadi timses Made Mangku Pastika saat bertarung di Pilkada Bali 2008, dan aktif di berbagai organisasi sosial, pariwisata, kemanusiaan. Pernah menjadi anggota kelompok ahli gubernur Bali. Menurut Gusde, pertemuan para tokoh sangat penting ketimbang hanya ramai dalam diskusi di Group WA. “Kalau sering ketemu seperti ini kan bagus jadi lebih akrab” ujarnya.
I Made Mangku Pastika berharap tokoh-tokoh Bali, khususnya pariwisata berani berbicara dan bersuara sehingga didengar oleh para calon bupati/walikota dan gubernur Bali siapa pun nanti terpilih. Menjelang Pilkada 2024 menurutnya adalah momentum yang tepat untuk bersuara dan menyampaikan aspirasi. “Semoga didengar, kalau dilupakan ketika duduk menjabat. Ingatkan lagi,” ujar Mangku Pastika. Menurutnya, banyak yang bertanya, apakah Bali saat ini baik – baik saja ? Meski banyak suara miring “Bali tidak sedang baik-baik saja”, namun di mata banyak tokoh, sejatinya Bali makin bagus dan maju. Menurutnya, sangat penting ada komunikasi antara pemimpin dengan para tokoh dan antara pemimpin dan rakyatnya. “Semua masalah pasti ada solusinya sepanjang ada komunikasi” ujarnya. Kalau pun ada kemacetan, masalah sampah dan wisatawan asing yang ugal-ugalan di jalan raya, menurut Mangku Pastika sejatinya hal itu bukan masalah besar.

Menurut mantan Ketua Investigasi Bom Bali ini, masalah narkoba sejak dahulu tidak pernah selesai. Orang kalau sudah kecanduan narkoba, sulit sembuh. “Kalau pun dibawa ke lapas, itu bakal tidak akan berhenti. Lapas itu kampusnya para pecandu narkoba. Harus ada sistem rehabilitasi yang bagus” ujarnya. Menurut Made Mangku Pastika, Bali punya potensi besar sebagai rumah rehabilitasi pecandu narkoba. Di Bali ada sistem pengobatan Usada Bali, ada berbagai jenis tanaman herbal, ada kelas yoga, meditasi dan sebagainya bisa dibuat sistem healing bagi para pecandu narkoba dan cari tempat yang bagus tenang nyaman. Pemuda yang kecanduan narkoba bisa direhabilitasi di tempat kini dan bisa dikunjungi oleh orang tuanya sehingga ia tidak merasa tersiksa. “Kalau anak-anak orang kaya, kena narkoba, taruh di tempat rehabilitasi, berapa pun biayanya pasti akan dibayar yang penting anaknya bisa sembuh. Pusat rehabilitasi narkoba selain berguna dari sisi kemanusiaan juga bisa make money” paparnya (ram).