Prajuru Desa Adat Jimbaran dan Krama Gelar Aksi Bersih-bersih Sampah
Bupati Badung Apresiasi Aksi Bersih Sampah Kiriman di Pantai Muaya Jimbaran

Aksi bersih-bersih sampah kiriman di sepanjang Pantai Muaya, Jimbaran, Rabu (21/1).

Upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir kembali digalakkan di Kabupaten Badung. Prajuru Desa Adat Jimbaran bersama krama banjar dan pelaku usaha menggelar aksi bersih-bersih sampah kiriman di sepanjang Pantai Muaya, Jimbaran pada Rabu (21/1) sekitar pukul 07.00 Wita. Kegiatan melibatkan  Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung yang menurunkan alat berat jenis loader untuk mempercepat pengangkutan sampah.  Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengapresiasi aksi kolaboratif ini. Bupati  menegaskan, kebersihan pantai merupakan faktor utama dalam menjaga daya tarik pariwisata Badung. “Sebagai destinasi pariwisata unggulan, kebersihan dan kenyamanan pantai harus menjadi prioritas. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Menurutnya, pesona alam dan budaya merupakan kekuatan utama pariwisata Badung. Karena itu, kawasan pantai harus ditata secara berkelanjutan, tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga kebersihan dan kenyamanan. Bupati asal Desa Pecatu ini menegaskan komitmen Pemkab Badung untuk menata kawasan-kawasan strategis seperti Jimbaran, Kuta, Canggu, Kedonganan, dan sekitarnya. Selain penataan fisik, Bupati Adi Arnawa juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang lebih terpadu. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Berbagai langkah telah kami rancang, mulai dari penambahan pasir, pengembangan jalur pedestrian, hingga penataan ulang kafe dan fasilitas wisata agar lebih estetis dan nyaman bagi pengunjung. Saya tidak ingin melihat Badung terlihat kumuh karena sampah,” tegas mantan Sekda Badung itu.

Aksi bersih pantai di Pantai Muaya dipimpin langsung Bendesa Adat Jimbaran, I Putu Subamia dan  prajuru Desa Adat Jimbaran dengan  melibatkan sekitar 60–70 pelaku usaha di kawasan Jimbaran, bersama krama banjar serta unsur desa adat. Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipasi sampah kiriman yang kerap meningkat saat musim angin barat. Tumpukan sampah yang didominasi kayu-kayu besar, ranting, serta plastik dibersihkan secara manual lalu diangkut menggunakan loader milik DLHK Badung.

Menurut I Putu Subamia, kegiatan ini merupakan implementasi nyata nilai Tri Hita Karana, khususnya aspek Palemahan, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Ia menambahkan, sampah yang mendominasi di kawasan Jimbaran saat ini adalah kayu-kayu kiriman dan plastik. Meski peningkatannya tidak menentu, namun fenomena ini rutin terjadi setiap tahun. “Dalam kondisi musim barat seperti sekarang, sampah kiriman memang meningkat. Karena itu, kami melibatkan hotel-hotel, pelaku usaha, prajuru, Sadu Kerta, dan kepala lingkungan untuk turun langsung. Mudah-mudahan kegiatan ini memberi dampak yang bermanfaat dan berkelanjutan,” ujarnya Rabu pagi.

Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan itu disebut juga mencerminkan semangat Pawongan, yakni keharmonisan hubungan antarsesama. Ke depan, Subamia berencana menjadikan kegiatan bersih pantai ini sebagai agenda rutin selama musim sampah kiriman. “Kemungkinan besar akan kami lakukan rutin, bisa dua kali seminggu, terutama sampai mendekati Nyepi biasanya baru agak mereda. Harapan kami sederhana, pantai cepat bersih, ikon Jimbaran tetap terjaga, dan wisatawan tetap nyaman,” harapnya (r).

 

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email