Seni Bela Diri Weda

Latihan Seni Bela Diri Weda

Oleh : Ashwini Guruji

 

Vedas adalah sinonim untuk gyan (Pengetahuan yang telah dialami). Para resi yang berasal dari Bharat, yang juga disebut tanah vedas, telah membawa berbagai pengetahuan ke dunia fisik, baik itu solusi atas berbagai masalah yang mungkin terjadi, penemuan-penemuan ilmiah di masa lalu dan masa depan, serta semua seni yang sudah dikenal ataupun yang belum diketahui.  Seni Bela Diri Weda dikembangkan oleh Agastya Muni. Jauh setelah itu,  Bodhidharma membawa itu ke Cina. Kalaripattu di Kerala juga muncul dari Seni Bela Diri Weda.

Peralatan yang digunakan dalam seni bela diri Weda adalah tombak, pedang, tongkat, pisau, dan gada. Peralatan yang dibawa oleh para Resi ini memang tampak sederhana,  tetapi merupakan alat yang sangat ampuh.

Seorang Murid Dhyan Ashram Sedang Berlatih Seni Bela Diri Weda

Seni Bela Diri Weda berkaitan dengan pergerakan aliran energi dalam dan penyelarasannya dengan bioritme tubuh untuk membangkitkan shakti (energi) yang tersembunyi, yang memberikan cahaya dan pancaran pada tubuh serta membantu memperlambat proses penuaan. Seni bela diri ini mengembangkan kekuatan tubuh yang luar biasa sehingga serangan apa pun dapat ditangkis dengan mudah. Panca indra tetap aktif sepenuhnya karena bangkitnya aliran energi dalam ini. Mantra, asana, dan beberapa latihan fisik juga merupakan bagian dari seni bela diri ini.

Jika suatu waktu Anda mendapat serangan atau jika seseorang mencoba menyentuh Anda, terlepas dari jumlah orangnya, pada dasarnya ada maksimal dua orang dapat menyentuh Anda. Gunakan teknik-teknik untuk menangkis dan melukai penyerang dengan memberikan pukulan ringan pada titik-titik vital yang disebut marma sthans.

Pria dan Wanita Melakukan Latihan Seni Bela Diri Weda

Seni bela diri ini tidak ada batasan usia, namun semakin muda Anda mulai mempelajarinya, semakin besar peluang untuk mempertahankan kemampuan dan pancaran jiwa muda Anda. Pada usia yang lebih lanjut, efeknya menjadi kurang efektif karena sebagian besar shukra (esensi vital) dalam tubuh sudah berkurang dan shakti telah memudar. Meskipun campur tangan seorang Guru dapat membangkitkan shakti dan shukra seseorang, Guru jarang melakukannya kecuali jika ada alasan yang benar-benar kuat.

Tidak hanya pria, wanita juga harus berlatih seni bela diri karena angka penyerangan terhadap wanita meningkat setiap jam dan ketegangan emosional serta gaya hidup yang berlebihan berkontribusi pada penuaan dini. Gejala penuaan seperti hasrat seksual yang rendah, rambut beruban, kulit kehilangan cahayanya, reaksi emosional, dan ketidakpuasan hidup, semua ini dapat diatasi secara efektif melalui seni bela diri Weda.

Sesi latihan diadakan di berbagai pusat Dhyan Ashram di seluruh dunia. Seperti semua aspek dalam Weda, tidak ada unsur komersial di dalamnya. Sama seperti yadnya yang diajarkan oleh Dhyan ashram, sesi latihan ini juga tidak berbayar, yang dibutuhkan hanyalah komitmen dan latihan rutin dengan penuh dedikasi (r).

 

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email