BANGLI – Langkah pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Profesi Dokter, Program Profesi serta Pembentukan Fakultas Kedokteran Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa disambut baik oleh pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pihak Kemenkes pun menyerahkan rekomendasi pendirian prodi dan fakultas tersebut. Hal ini terungkap saat kegiatan visitasi pihak Kemenkes ke kampus pusat UHN Sugriwa di Kecamatan Kubu Bangli, Jumat (23/1/2026).
Rombongan dari Kementerian Kesehatan terdiri dari Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg. Arianti Anaya, M.K.M; Direktur Penyedia SDM Kesehatan Kemenkes, Anna Kurniati, S.K.M., M.A., Ph.D; dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Pendidikan Pusdik SDM Kesehatan, Dr. Akemat, S.Kp., M.Kep. Sementara itu, dari Pemkab Bangli, hadir langsung Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, S.E., M.I.Kom dan Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, SST.Par., M.I.Kom. Hadir pula Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, S.H bersama Komisi II DPRD Bangli, I Ketut Mastrem, Sekda Bangli, Drs. I Dewa Bagus Riana Putra, M.Si, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag, M.M.

UHN I Gusti Bagus Sugriwa diharapkan dapat memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku, termasuk dalam hal kerjasama dengan dinas kesehatan dan stakeholder lainnya dalam hal penempatan dan pemanfaatan lulusan. Hal itu tertuang dalam rekomendasi bernomor DP.01.05/Menkes/841/2025 yang ditandatangani Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada para undangan, khususnya pihak Kemenkes dan Konsil Kesehatan Indonesia. Menurut Prof. Ngurah Sudiana, Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Profesi Dokter serta Pembentukan Fakultas Kedokteran merupakan kebutuhan dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa sebagai bagian langkah pengembangan kampus. Sejalan dengan program pemerintah pusat serta dukungan dari Kemenag, Kemenkes, Pemkab Bangli dan berbagai pihak, UHN Sugriwa berharap kedepannya prodi dan fakultas yang dibentuk bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar maupun umum. “Hal ini merupakan bagian dari langkah pengembangan UHN I Gusti Bagus Sugriwa sejalan dengan program pemerintah pusat dan Asta Protas Kementerian Agama,” ungkapnya.
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta berharap, prodi yang dibentuk menjadi jembatan bagi putra-putri daerah yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan hadirnya prodi kedokteran di UHN Sugriwa, ia berharap akses pendidikan kedokteran yang berkualitas bisa dinikmati oleh masyarakat dengan biaya yang lebih terjangkau. Menurutnya, dukungan pendirian prodi maupun fakultas kedokteran sejalan dengan program Astacita yang digulirkan pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Khususnya mempercepat pemenuhan jumlah dokter di Indonesia guna memperkuat sistem kesehatan nasional,” ungkapnya.
Direktur Penyedia SDM Kesehatan Kemenkes, Anna Kurniati mengungkapkan Kemenkes mendorong peningkatan lulusan kedokteran untuk memenuhi rasio ideal 1 dokter : 1.000 penduduk yang distandarkan WHO atau setidaknya 1 dokter : 5.000 peserta BPJS yang diharapkan BPJS Kesehatan. Meski begitu, tidak hanya dari sisi kuantitas dan kualitas, namun pemerataan persebaran tenaga dokter untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, seperti di tingkat puskesmas dan puskesmas pembantu juga tengah diupayakan. Pihaknya menyambut baik pendirian prodi maupun Fakultas Kedokteran di UHN I Gusti Bagus Sugriwa yang diharapkan memiliki keunikan sesuai nilai-nilai Hindu dan lokal. Pihaknya juga berpesan agar mahasiswa kedokteran, pasca menempuh pendidikan profesi agar lulus uji kompetensi nasional. “Karena kalau tidak lulus uji kompetensi nasional, kan tidak bisa praktek,” tegasnya.
Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, drg. Arianti Anaya, menekankan agar kurikulum prodi kedokteran yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum standar di Konsil Kesehatan Indonesia. “Termasuk juga kualitas mutu dari SDM yang ikut di dalamnya,” ujarnya. Ketua Tim Task Force yang juga Wakil Direktur Pelayanan Medik di RSUD Bangli, dr. I Made Naris Pujawan, Sp.PA menerangkan, Fakultas Kedokteran UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar diproyeksikan menjadi institusi pendidikan kedokteran yang berdaya saing, berkarakter, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis kearifan lokal Hindu di tingkat nasional maupun global. Keunikan kerangka filosofis UHN Sugriwa direalisasikan secara konkret melalui integrasi Complementary Medicine berbasis nilai-nilai ke-Hinduan—seperti Yoga Terapeutik dan Usada Bali—ke dalam kurikulum kedokteran yang disusun berdasarkan bukti ilmiah (evidence-based), sehingga UHN Sugriwa sebagai pelopor pendidikan kedokteran berbasis nilai budaya Hindu di Indonesia. “Pendekatan tersebut sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan dalam mengembangkan layanan kesehatan komplementer yang berorientasi pada paradigma sehat dan pelayanan berbasis kearifan lokal,” jelasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dr. Camelia; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. Nyoman Arsana, M.Kes; Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An., FIPM; Direktur RSJ Manah Shanti Mahottama Provinsi Bali, dr. Ni Wayan Murdani, M.A.P; Kepala LLDIKTI diwakili PIC Tim Kelembagaan LLDIKTI Wilayah VIII, I Wayan Sudarma S.Sos,.M.Ap; Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UNUD, Prof.dr. I Made Ady Wirawan,S.Ked.,MPH.,PhD; Pendamping Pendirian Prodi Kedokteran dari UNUD, dr. I Made Winarsa Ruma, Ph.D; Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangli diwakili Kasi Pendah, I Komang Mahardika, S.H, M.Pd.H; jajaran pejabat struktural dan nonstruktural di UHN Sugriwa, serta puluhan calon dosen Prodi Kedokteran (ram).