Upacara penyucian umat se Nusantara yang disebut Mahagangga Tirtha Gamana di Candi Prambanan, Jawa Tengah menjadi agenda terdekat Sabha Pandita PHDI Pusat yang dipastikan bisa terselenggara awal tahun 2026. Hal itu disepakati dalam Rapat Sabha Pandita PHDI di Ruang Indrapasta, Universitas Hindu (UNHI) Denpasar, Jumat (12/12/2025). Tahun-tahun sebelumnya, upacara penyucian ini disebut dengan Gangga Pratistha, namun saat ini namanya diubah menjadi Mahagangga Tirtha Gamana. Dharma Adhyaksa PHDI, Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba saat memimpin rapat Sabha Pandita mengatakan, jika di India ada Kumbhamela di Sungai Gangga diikuti oleh ratusan juta umat Hindu, maka di Indonesia ada Mahagangga Tirtha Gamana di Candi Prambanan yang diharapkan menjadi ritual ikon Nusantara.

Untuk mensukseskan agenda besar itu, Dharma Adhyaksa PHDI, Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba dan seluruh wakil Dharma Adhyaksa dan anggota Sabha Pandita meminta Ketua Umum Pengurus Harian, Wisnu Bawa Tenaya dan Sekretaris Umum I Ketut Budiasa melalui video call untuk mengkoordinasikan agenda tersebut agar benar-benar bisa terlaksana dengan baik, lancar dan sukses. Secara prinsip, Pengurus Harian siap menggkoordinasikan agenda Mahagangga Tirtha Gamana dan meminta kepastian jumlah Sulinggih yang akan berangkat dari Bali ke Candi Prambanan.
Rapat Sabha Pandita ini tidak dihadiri secara langsung oleh unsur Pengurus Harian, namun dihadiri perwakilan Sabha Walaka, Dr. Drs. I Made Kariyasa, S.H, M.H membahas materi utama yakni Mahagangga Tirtha Gamana selain materi Mahasiswaratri dan Kelangsungan Pemanfaatan Candi Prambanan oleh Umat Hindu. Agenda besar ini disepakati akan dipuput oleh 33 Sulinggih Sabha Pandita PHDI dan dikoordinasikan oleh Pengurus Harian dibantu oleh unsur Sabha Walaka.

Para Sulinggih anggota Sabha Pandita secara umum semua siap “ngayah” melakukan pelayanan kepada umat yang hendak menjalani ritual penyucian diri. Hal itu disampaikan oleh anggota Sabha Pandita Ida Sri Begawan Yogananda, Ida Rsi Agung Nanda Kusuma Wijaya Manuaba, Ida Rsi Agnijaya Mukthi, Sira Mpu Dharma Agni Yoga Sogata.
Ida Pedanda Bang Buruan Manuaba mengatakan, Mahagangga Tirtha Gamana akan didahului oleh Acamanan (abhiseka Siwa Lingga) dengan Panca Amrtam dan tirtha dari sejumlah tempat suci. Air suci hasil dari Abhiseka itulah yang akan dipercikkan kepada seluruh umat yang hendak melakukan ritual penyucian. Karena ritual Mahagangga Tirtha Gamana ini event nasional, maka pantia yang akan terbentuk diharapkan mengundang media cetak, elektronik dan media online agar terpublikasikan secara luas kepada masyarakat.
Yang menarik, Dharma Adhyaksa dan sejumlah Pandita siap berangkat ke Candi Prambanan dengan biaya sendiri, jika Pengurus Harian PHDI Pusat tidak bisa memfasilitasi akomodasi para Sulinggih anggota Sabha Pandita dari Bali. Namun demikian, sudah ada opsi lain, untuk berangkat bersama-sama melalui darat dengan Bus. I Made Kariyasa berjanji akan mengkoordinasikan kebutuhan transportasi dengan Bus yang representatif untuk para Pandita.
Disela-sela rapat, I Made Kariyasa berhasil terhubung melalui video call dengan Sekretaris Umum I Ketut Budiasa dan sesaat kemudian dengan Ketua Umum Wisnu Bawa Tenaya guna berkordinasi tentang agenda besar tersebut. Selanjutnya Ida Dharma Adhyaksa berbicara untuk meminta agar Pengurus Harian untuk segera mengkoordinasikan agenda ini karena pelaksanaannya tinggal sebulan lagi dengan membentuk panitia pelaksana. Secara prinsip, Sekretaris Umum Pengurus Harian I Ketut Budiasa mengatakan siap menggkoordinasikan agenda Mahagangga Tirtha Gamana dan meminta kepastian jumlah Sulinggih yang akan berangkat dari Bali ke Candi Prambanan, termasuk kebutuhan akomodasi bagi para Anggota Sabha Pandita. Terkait upakara, pihak Pengurus Harian meminta agar menggunakan upakara budaya dan tradisi lokal di Prambanan dan ini disepakati oleh Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba (ram).