Dihadiri Wamenpar Ni luh Puspa dan Para Pejabat Lintas Kementerian dan Lembaga
Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan Launching Prambanan Shiva Festival 2027

Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan menggelar Launching Prambanan Shiva Festival 2027 pada Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 09.30 – 12.00 WIB di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran Jakarta dihadiri para pejabat lintas sektoral

JAKARTA – Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan menggelar  Launching Prambanan Shiva Festival 2027 pada Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 09.30 – 12.00 WIB  di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran Jakarta. Acara ini dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si, pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Sekjen Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), I Nyoman Agus Asrama, Ketua Team Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan yang juga Sekretaris Sabha Walaka PHDI,  I Nyoman Ariawan Atmaja, para pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Hindu tingkat nasional dan daerah, serta pelaku usaha industri pariwisata Indonesia. Hadir pula Dubes India untuk Indonesia H.E. Shri Sandeep Chakravorty memberikan dukungan bagi suksesnya Prambanan Shiva Festival 2027.

Suasana Lounching Pramanan Shiva Festival 2027 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran Jakarta Sabtu (17/10)

Selain itu, acara ini juga  dihadiri oleh sejumlah pejabat yakni Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri Simon Saimima; Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Warsito; Deputi Bidang Pemasaran, Kementerian Pariwisata, Ibu Ni Made Ayu Marthini; Asisten Deputi Event Nasional – Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti; Ketua GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia), Haryadi Sukamdani;  Stering Comittee Jakarta WITF, Budi Tirtawisata; Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events),  Titik Lestari; Direktur Komersial InJourney Destination Management  Gistang Richard Panutur; Kepala Dinas Pariwisata DIY,  Eling Priswanto dan para Asosiasi dan Industri pariwisata.

Launching Prambanan Shiva Festival (PSF) 2027 mengusung tema besar : “Prambanan Shiva Festival 2027 : Sinergi Spiritualitas, Pelestarian Budaya, dan Pariwisata Berkelanjutan” yang bertujuan menghadirkan perspektif lintas sektor mengenai pelestarian budaya, pengembangan event pariwisata, nilai spiritual, pengelolaan destinasi, serta keterlibatan umat dan masyarakat.

Prambanan Shiva Festival 2027 bertema “The Holy Month of Shiva for Spiritual, Peace and Harmony”  dijadwalkan berlangsung pada 6 -7 Maret 2027. Festival ini diharapkan memperkuat posisi Prambanan sebagai destinasi wisata religi sekaligus ruang untuk merawat tradisi, memperdalam pemahaman budaya, dan menumbuhkan harmoni.

Sekjen PHDI I Nyoman Agus Asrama dalam serah terima cindera mata miniatur Candi Prambanan

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan ingin menjadikan Prambanan sebagai warisan budaya yang hidup membutuhkan keterlibatan masyarakat dan wisatawan dalam mengenal, mencintai, serta menjaga kelestarian kawasan candi. “Kita ingin semua orang tahu, semua orang mengerti, semua orang memahami, sehingga semua orang mencintai dan akhirnya turut merawat ruang atau tempat yang begitu indah, begitu agung Candi Prambanan,” kata Ni Luh Puspa kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/10/2026). Menurutnya, kompleks Candi Prambanan yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, telah diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia sejak 1991.

Dibangun pada abad ke-9 Masehi, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia itu tidak hanya menyimpan nilai sejarah dan arsitektur yang agung, tetapi juga menghadirkan ruang spiritual dan edukasi bagi masyarakat maupun wisatawan. Menurut Ni Luh Puspa, penyelenggaraan festival berbasis budaya menjadi salah satu cara untuk mendekatkan warisan sejarah dengan kehidupan masyarakat masa kini. Melalui kegiatan tersebut, wisatawan diharapkan tidak sekadar menikmati keindahan bangunan candi, tetapi juga memahami nilai spiritual dan budaya yang melekat di dalamnya. Meski demikian, pengembangan aktivitas pariwisata di kawasan Prambanan harus tetap mengedepankan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dan kelestarian cagar budaya.

“Ini menjadi hal yang penting untuk memastikan seluruh kegiatan menghormati, melindungi kawasan candi, dan juga menjaga kenyamanan umat dan juga wisatawan,” ujarnya. Ni Luh berharap setiap pengunjung memperoleh pengalaman yang berkesan sekaligus membangun pemahaman dan penghormatan yang lebih mendalam terhadap Candi Prambanan.

Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija (Nomor 2 dari Kiri),  Sekretaris Sabha Walaka PHDI I Nyoman Ariawan Atmaja (Nomor 3 dari Kiri) dan Sekjen PHDI I Nyoman Agus Asrama (Nomor 2 dari Kanan) usai acara Lounching Prambanan Shiva Festival

Melalui Prambanan Shiva Festival 2027, Kementerian Pariwisata berharap Candi Prambanan semakin dikenal sebagai destinasi wisata religi unggulan di Yogyakarta, sekaligus menjadi ruang perjumpaan antara pelestarian warisan leluhur, penghayatan spiritual, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian, Prambanan tidak hanya menjadi peninggalan kejayaan masa lalu yang dikagumi, tetapi juga warisan budaya yang terus dipahami, dihormati, dan dijaga oleh generasi masa kini dan mendatang.

Menurut Ketua Team Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan,  I Nyoman Ariawan Atmaja, Prambanan Shiva Festival 2027 merupakan kerja kolaborasi Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan dengan: (1) Kementerian Agama RI; (2) ⁠Kementerian Pariwisata; (3) Kkementerian Kebudayaan; (4) ⁠Badan Pengelolaan BUMN; (5) ⁠Pemda Provinsi DIY; (6) ⁠Pemda Provinsi Jateng; (7) ⁠Injourney, dan (8) TWC (*/r/ram).

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email