Laghu Rudram Homayadnya, Puja dan Doa Untuk Kedamaian Alam Semesta

Prosesi Laghu Rudram disertai Aarati oleh Ketua Umum Pasraman Veda Poshana, Ida Sri Begawan Yogananda

Tak kurang dari 150 Pandita dan hotri berkumpul dari berbagai daerah di Bali dan luar Bali untuk melantunkan puja dan doa demi kedamaian alam semesta bertajuk “Laghu Rudram Homa” di Griya Santabana Br. Payuk, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli bertepatan dengan Shiwa Ratri Purwaning Tilem Kanem, 18 Desember 2025. Laghu Rudram adalah pelantunan mantra Weda sebagaimana tercantum dalam RgVeda. Pelantunan Mantra Weda ini dimulai sejak pukul 12.00 sampai dengan 17.30 Wita. Setelah rehat sejenak, mulai pukul 18.15 dilanjutkan dengan Homayadnya Mahashanti Puja XVII  sampai dengan pukul 20.15 Wita.

Suasana Homayadnya dalam rangka Mahashantih Puja untuk kedamaian alam semesta

Puja dan Homayadnya itu dirangkaian dengan Mahasanthi Puja Pasraman Veda Poshana selain diikuti oleh para Sulinggih dan Pemangku Hotri dari seluruh kabupaten/kota se Bali juga dihadiri oleh para Sulinggih dan Pemangku Hotri dari Kalimantan Timur, Kabupaten Konawe Selatan, Jakarta, Bodor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek) dan Lombok serta ratusan uat Hindu.

Ketua Umum Pasraman Veda Poshana, Ida Sri Begawan Yogananda didampingi oleh Sekretaris Ida Pandita Acharya Suviraprenanda dan Bendahara Ir. Nyoman Irawan beserta seluruh pengurus cabang di sebagai daerah,  secara umum menjelaskan sejarah dan keberadaan Pasraman Veda Poshana dan secara sekilas menjelaskan persiapan  Mahashanti Puja. Maksud dan tujuan Laghu Rudram (pelantunan Mantra Weda) dijelaskan lebih detail oleh Ketua Bidang Pendidikan Pasraman Veda Poshana Ir. I Made Astana, MBA. Menurut Made Astana, upacara apa pun mesti dilandasi oleh sastra Weda jika umat Hindu termasuk di Bali mengakui Weda sebagai Pustaka Suci Umat Hindu. Dasar sastra Rudram adalah Krishna Yajur Weda. “Jika diibaratkan dengan dasar hukum di NKRI, itu sama dengan Undang-undang Dasar 1945” ujarnya. Laghu Rudram (pelantunan mantra Weda) diyakini sangat ampuh melawan sifat-sifat buruk di dalam diri manusia dan menebarkan vibrasi kedamaian ke alam semesta. “Sangat beruntung kita semua di sini dapat ikut serta dalam pelantunan Weda” imbuhnya dengan wajah penuh kebahagiaan.

Pembina Pasraman Veda Poshana, Ida Pandita Mpu Abra Bhaskara Murti, meyakini bahwa Pasraman Veda Poshnana adalah “masa depan” umat Hindu dan keberadaannya pasti sangat kuat karena akan semakin dibutuhkan oleh umat Hindu. Hal itu beliau katakan sesaat setelah menjelaskan tentang ritual Ngaben Siwa Sumedang sebagaimana pernah diseminarkan di Gedung Parisada Hindi Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan dihadiri oleh sekitar 400 an orang saat Bali dipimpin oleh Gubernur Made Mangku Pastika.

Pelantunan Mantra Weda ini didahului oleh Veda Parayanam dengan berbagai penatunan mantra Weda mulai dari Om Karam 21 kali, Ganesha Prartanam, Ganapathi Atharvasirsha, Gayatri Mantram tiga kali, dilanjutkan dengan penyalaan Jyotir, Guru Mantram, Acamanam, Shanka Puja, Bhutochatana, Gantha Nadah, Kalasha Puja, Kumbha Sthapana Puja, Atma Puja. Pelantunan Mantra Weda dilanjutkan dengan Sri Ganapati Puja dan seterusnya sampai 5,5 jam.

Sedangkan, doa untuk kedamaian untuk alam semesta dan Mantra kenegaraan melalui Mahashantih Puja digelar dengan Homayadnya dengan Sebelas Kunda dan dipimpin oleh sebelas Sulinggih dan Pemangku Hotri. Doa ini dilaksanakan dengan melantunkan Shantih Panchakam sekitar 1,5 jam. Doa yang panjang dalam Bahasa Indonesia disampaikan oleh Pandita Agni Begawan Jaya Subawajati  antara lain sebagai berikut. “Semoga Tuhan dalam manifestasinya sebagai Mitra, Varuna, Indra, Brihaspati, Visnu, dan Vayu memberkatidan melindungi kami. Semoga kami senantiasa mengucapkan kebenaran dan keadilan. Semoga kami senantiasa mampu memurnikan pikiran, ucapan, dan tindakan sebelum menuju proses pembelajaran spiritual. Semoga kami : guru dan siswa dilatih dan dijaga bersama. Semoga memperoleh kekuatan bersama, memiliki energi dan semangat bersama. Semoga pengetahuan kami bersinar dan berkembang. Semoga kami terhindar dari permusuhan. Wahai para pemimpin, kami membawamu, memilihmu, dudik dalam istana dan jangan goyah. Jadilah pemimpin yang baik. Seluruh rakyat menginginkanmu tidak menjatuhkan negara ini. Semoga dalam negara ini, para Brahmana (sarjana dan ilmuwan) dan para pemimpin melaksanakan tugas dengan baik untuk persatuan negara, selalu makmur, jaya sejahtera. Dengan keinginan melaksanakan yadnya, para Brahmana selalu mengikuti perintah Tuhan dan melaksanakan upacara dan upakara. Semoga negara ini jaya tanpa kerusuhan”.

Laghu Rudram dan Mahashanti Puja ini diselenggarakan atas dana punia 53 orang pengurus dan anggota Pasraman Veda Poshana senilai lebih dari Rp 25 juta dan punia nasi kotak, kue dan partisipasi dari para bhakta, baik tenaga waktu dan pikiran sampai terlaksananya kegiatan ini. Saat pelaksanaan, pihak panitia dan Griya Santabana melibat Pecalang dan warga di sekitarnya untuk mengatur parkir dan lalu lintas keluar masuk lokasi upacara.

Ketua Umum Pasraman Veda Poshana, Ida Sri Begawan Yogananda menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan tenaga, pikiran dan finansial dalam kegiatan Laghu Rudram Homa dan Mahashanti Puja Pasraman Veda Poshana XVII Tahun 2025 sehingga berjalan dengan sangat baik, lancar dan penuh berkah.  “Semoga kegiatan semacam ini dapat kita lakukan lagi tahun depan dengan lebih baik lagi di tempat yang lainnya. Semoga semua karma baik kita masing-masing memberikan segala kebaikan bagi perjalanan spiritual kita masing-masing dan juga secara  bersama-sama. Semoga kedamaian selalu menyertai langkah-langkah kita. Om Shantih Shantih Shantih Om” tutupnya (ram).

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email