DENPASAR – Pasamuhan Madya PHDI Bali yang diikuti PHDI Provinssi/Kabupaten/Kota se-Bali, Ormas Hindu, Pasemetonan se-Bali, Organisasi-Yayasan-Lembaga bernafaskan Hindu, Jumat (9/1/2026) memutuskan, pelaksanaan Tawur tetap pada Tilem Kesanga, 18 Maret 2026 dan Nyepi di pinanggal apisan Sasih Kedasa keesokan harinya, 19/1/2026. Dalam pemandangan umum, seluruh PHDI Kabupaten/Kota se-Bali mengumandangkan sikap, pelaksanaan Tawur tetap pada Tilem Kesanga, dan hari suci Nyepi dilaksanakan keesokan harinya. Sikap juga dinyatakan oleh pimpinan organisasi, pasemetonan, lembaga, seperti : Paiketan Krama Bali, Pinandita Sanggraha Nusantara, KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia) Bali, Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Pusat, Pesemetonan Arya Kanuruhan, Peradah Bali, Pandu Nusa. PHDI Bali menegaskan sikap tersebut menjawab pertanyaan umat dan masyarakat Hindu yang bertanya-tanya, karena ada wacana di publik, pelaksanaan Tawur digeser ke Perwani Tilem Kasanga, dan Nyepi dilaksanakan pada hari Tilem Kasanga.

Sebelum Pasamuhan yang digelar siang sampai sore, paginya digelar seminar yang membahas wacana tentang Tegak Tawur dan Nyepi, menghadirkan narasumber Sugi Lanus, Dr. Made Gami Sandi Untara dan Made Suacana yang hadir langsung dan dua narasumber yang tidak sempat hadir mengirimkan naskah tertulis, yakni Sabha Wiku Kabupaten Klungkung (Ida Pedanda Putra Batuaji) dan AAGN Ari Dwipayana dari Yayasan Puri Kauhan Ubud. Tampak hadir Anggota DPR RI, Dr. I Wayan Sudirta, S.H, M.H dan Anggota DPD RI Arya Wedakarna, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Dr. I Gusti Made Sunarta, S.Ag.,M.Ag, dan banyak tokoh lainnya. Seluruh narasumber seminar memaparkan referensi, baik sastra, lontar maupun tradisi pelaksanaan Tawur yang jatuh pada Tilem Kasanga dan Nyepi keesokan harinya di pinanggal apisan Sasih Kedasa yang berlaku selama ini. Berdasarkan berbagai sumber sastra pelaksanaan Nyepi bukan di Tilem Kasanga.
Para pakar yang merujuk beberapa sastra, tradisi lokal, dan ratusan awig-awig desa adat termasuk Awig-awig Desa Adat Besakih, mengatur bahwa upacara Tawur dilakukan pada Tilem Kesanga, yang terhubung juga dengan Tawur Kasanga di Pura Agung Besakih. Sehari kemudian dilaksanakan hari suci Nyepi dengan Catur Brata Penyepian. Selain tertuang dalam Himpunan Keputusan Kesatuan Tafsir Aspek-aspek Agama Hindu I-IX tahun 1983, dimana Tawur dilaksanakan pada Tilem Kasanga, narasumber penekun lontar dan filolog Sugi Lanus yang menelusuri dari arsip tentang PHDI menyebutkan, pelaksanaan Nyepi di Tilem Kasanga memang pernah dilaksanakan pada Tilem Kasanga. Diantara kalender Bambang Gede Rawi yang mencantumkan Nyepi di Tilem Kasanga adalah kalender tahun 1973.

Namun, menurut Sugi Lanus, dari berbagai referensi sastra yang ada, mayoritas menuliskan bahwa Tawur dilakukan pada Tilem Kasanga, besoknya dilaksanakan Panyepian (pinanggal apisan Sasih Kedasa). Sugi menyebut tentang penjelasan Tawur di Tilem Kasanga, termuat dalam Babad Pasek, Babad Bandesa Mas dan lontar-lontar Indik Tawur di Besakih serta Awig-awig Desa Besakih. Sugi Lanus juga menyatakan, dari 1000 lebih Awig-awig Desa Adat yang ada di Bali, melalui penelitian, ditemukan ada sekitar 300 desa adat mencantumkan pelaksanaan Tawur di Tilem Kasanga di desa adat bersangkutan. Sehingga, kalau ada wacana untuk menggeser Tegak Tawur ke Perwani dan Nyepi digeser ke Tilem, maka akan merupakan pekerjaan besar merombak awig-awig desa adat yang ada di Bali.
Keputusan Pasamuhan : Tawur Kesanga pada Tilem, Nyepi Keesokan Harinya
Sidang paripurna Pasamuhan Madya PHDI Bali, Jumat (09/01/2026) dipimpin Pandita, Ketua Harian, Ketua Paruman Walaka, Sekretaris, dan unsur ormas. Sekretaris PHDI Bali Putu Wirata Dwikora menegaskan, Pasamuhan Madya PHDI Bali yang dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag, M.M itu digelar untuk menjawab pertanyaan umat Hindu dan masyarakat terkait adanya ide dan diskusi untuk menggeser pelaksanaan Hari Suci Nyepi ke Tilem Kasanga, dan pelaksanaan Tawur dimajukan ke satu hari sebelum Tilem. Beberapa hari sebelumnya, PHDI Kabupaten/Kota se-Bali, secara terpisah menyatakan sikap untuk tetap tegak pada pelaksanaan Tawur pada Tilem Kasanga dan Nyepi keesokan harinya.
’’Walaupun sudah ada pernyataan sikap PHDI Kabupaten/Kota, juga sudah ada penegasan dari Sekretaris Umum Pengurus Harian PHDI Pusat I Ketut Budiasa, yang telah tersebar luas ke publik, namun karena umat masih juga meminta kepastian dari PHDI, maka PHDI Bali menggelar seminar dan Pasamuhan Madya” kata Putu Wirata Dwikora yang juga menjadi Pimpinan Sidang Paripurna Pasamuhan Madya PHDI Bali di Denpasar.
Dalam forum Pasamuhan yang demokratis, ketua atau pun perwakilan PHDI Kabupaten/Kota, semuanya menegaskan dan menghendaki pelaksanaan Tawur Kasanga tetap pada Tilem dan Nyepi keesokan harinya, seperti yang selama ini berlangsung. Selanjutnya, pimpinan dari Pesemetonan seperti Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi, Pesemetonan Arya Kanuruhan, Paiketan Krama Bali, Pinandita Sanggraha Nusantara, KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia) Bali, Pesemetonan Arya Kanuruhan, Peradah Bali, Pandu Nusa, dan lain-lain sepakat dengan kajian para pakar dan para pimpinan PHDI se Bali.
Ketua PHDI Bali, Nyoman Kenak menegaskan, beberapa pengurus PHDI Kabupaten/Kota di Bali sudah menyatakan sikap tertulis, yang intinya menegaskan aspirasi mereka agar pelaksanaan Tawur dan Nyepi tetap seperti yang sudah berjalan selama ini. Pernyataan sikap itu datang dari PHDI Kota Denpasar, PHDI Jembrana, PHDI Karangasem, PHDI Klungkung, PHDI Bangli, PHDI Badung dan PHDI Tabanan yang sudah viral di media sosial. Semua pernyataan sikap menyatakan mendukung pelaksanaan Tawur pada Tilem Kasanga dan Nyepi keesokan harinya. Pernyataan sikap itu sesuai dengan keputusan dalam Himpunan Seminar Kesatuan Tafsir tentang Agama Hindu tahun 1983, dimana Tawur dilaksanakan pada Tilem Kasanga dan Nyepi dilaksanakan keesokan harinya. Harapannya, Pasamuhan Madya yang dihadiri Sulinggih Paruman Pandita, Paruman Walaka, Pengurus Harian, baik di provinsi maupun kabupaten/kota, ormas, lembaga, forum, yayasan yang bernafaskan Hindu, mengukuhkan pelaksanaan Tawur tetap pada Tilem Kasanga dan Nyepi pada keesokan harinya, tentu dengan argumen-argumen yang kembali diekspos kepada publik dan umat Hindu, agar suatu sikap maupun keputusan ada dasar sastranya.
Keputusan dan pedoman pelaksanaan Tawur ring Tilem Kasanga, Nyepi keesokan harinya serta eed-nya, akan disebarluaskan kepada umat Hindu di semua lapisan, mulai dari desa adat, pesemetonan, dadia, organisasi bernafaskan Hindu, sebagai pedoman pelaksanaan Tawur dan Nyepi tahun Saka 1948/ 2026 Masehi diputuskan pelaksanaan Tawur Kesanga akan dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2026 dan Nyepi pada tanggal 19 Maret 2026 (ram).
#tawurtilemkesanga
#PHDI
#nyepi
#seminarkesatuan tafsir