Pengurus POBSI Provinsi Bali Resmi Dilantik
Laksmi Duarsa Ditantang Pertahankan Prestasi Bali di PON 2028

dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp.KK saat dilantik sebagai Ketua Pengprov. POBSI Bali di Aula Melati Kantor UPTD BKP SDM Provinsi Bali, Kamis (16/7/2026)

DENPASAR – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Bali masa bakti 2026-2030 dihadapkan pada tantangan besar, yakni mempertahankan prestasi gemilang Bali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu mengemuka dalam pelantikan Pengurus Daerah POBSI Provinsi Bali masa bhakti 2026-2030 yang diketuai dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp.KK di Aula Melati Kantor UPTD BKP SDM Provinsi Bali pada Kamis (16/7/2026) oleh Sekretaris Jenderal PB POBSI, Achmad Fadil Nasution.

Sekjen PB POBSI menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan atlet di tengah persaingan antardaerah yang semakin ketat. Menurut Fadil, capaian Bali pada PON sebelumnya menjadi tolok ukur yang harus dipertahankan. Kontingen Pulau Dewata berhasil membawa pulang dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu, sekaligus menempatkan Bali sebagai salah satu kekuatan biliar di tanah air.

“Tentu ini tanggung jawab besar karena prestasi Bali cukup tinggi 2 emas, 2 perak dan 1 perunggu pada PON sebelumnya. Ini tantangan untuk mempertahankan. Mohon doa juga agar nomor PON bisa jadi 30 nomor sehingga terbuka peluang untuk semua daerah meraih prestasi,” ujarnya.

Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagrasunu mengapresiasi prestasi  POBSI Bali selama ini mampu mengawal pembinaan atlet hingga mampu bersaing di level nasional. Namun, menurut Jagrasunu, tantangan menuju PON 2028 tidak akan mudah karena kekuatan daerah lain terus berkembang.

“POBSI Bali memiliki prestasi yang sangat baik di PON, bahkan mampu menembus empat besar nasional. Harapan kami tentu prestasi tersebut minimal dapat dipertahankan pada PON XXII/2028 mendatang,” tegasnya.

Pada kesempatan sama, mantan Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi dan I Gusti Ngurah Oka Darmawan juga memberikan apresiasi sama. Menurut Suwandi dan Oka Darmawan, keberhasilan pembinaan dan prestasi cabang olahraga sangat ditentukan soliditas pengurus, atlet, pelatih dan semua komponen.

“Saya melihat ada suatu progress yang signifikan. Yang penting sekarang ada kekompakan tim untuk bekerja semaksimal mungkin,” ujar Ketut Suwandi. “Saya yakin semua punya peluang, yang penting berlatih, berlatih, berlatih,” imbuh Oka Darmawan.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov POBSI Provinsi Bali, dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp.KK, menyatakan siap melanjutkan kepemimpinannya pada periode kedua dengan fokus utama memperkuat regenerasi atlet. Menurutnya, pembinaan usia muda harus menjadi prioritas agar Bali tidak kehilangan atlet-atlet berprestasi ketika para senior memasuki masa pensiun.

Laksmi yang juga Ketua Departemen Kesehatan di Paiketan Krama Bali menegaskan,  regenerasi akan ia lakukan melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan dan kompetisi sebagai wadah pembinaan atlet-atlet muda. Selain itu, para atlet yang telah meraih prestasi juga diingatkan untuk tidak cepat berpuas diri.

“Program prioritas kami adalah menciptakan regenerasi agar ada atlet-atlet baru yang mampu menggantikan senior ketika mereka pensiun. Saya juga berharap seluruh atlet terus berlatih dan tetap fokus. Meskipun sudah menjadi juara, latihan harus terus dilakukan agar kemampuan semakin meningkat,” ujar Laksmi yang juga aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan ini.

Dengan kepengurusan baru dan program pembinaan yang berorientasi pada regenerasi, POBSI Bali optimistis dapat menjaga tradisi prestasi sekaligus kembali menjadi salah satu kekuatan utama cabang olahraga biliar Indonesia pada PON 2028. (*ram)

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email