JAKARTA – Mahasabha XIII PHDI 2026 berhasil menetapkan tiga pimpinan organ pada hari ketiga pada Sabtu (10/10/2026) melalui sidang yang berlangsung sangat alot hingga pukul 21.55 WIB. Ida Pandita Mpu Siwa Budha Dhaksa Darmita dari Griya Agung Sukawati Gianyar terpilih sebagai Dharma Adhyaksa (Ketua Sabha Pandita) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) masa bhakti 2026-2031. Sementara itu melalui proses penjaringan bakal calon hingga pemilihan, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E, M. Tr (Han) terpilih sebagai Ketua Pengurus Harian menyisihkan Dr. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana dalam ajang pemilihan Ketua Pengurus Harian PHDI. Cantiasa meraih 186 suara dan Ari Dwipayana 103 suara. Sementara itu, Kolonel Inf. (Pur) I Nengah Dana, S.Ag terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Sabha Walaka setelah dua bakal calon lain yakni A.A. Ari Dwipayana dan Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc, Ph.D tidak bersedia dicalonkan menjadi Ketua Sabha Walaka.
Yang menarik, sebelumnya maju ke tahap pemilihan, peserta Mahasabha XIII mengusulkan nama A.A. Ari Dwipayana sebagai bakal calon Ketua Sabha Walaka dan bakal calon Ketua Pengurus Harian. Dalam penjaringan bakal calon Ketua Sabha Walaka, muncul tiga nama dengan raihan suara terbanyak yakni I Nengah Dana, A.A. Ari Dwipayana dan Prof. I Nyoman Sutantra.
Nama I Nyoman Cantiasa juga diusulkan sebagai bakal calon Ketua Pengurus Harian dan bakal calon Ketua Sabha Walaka oleh peserta Mahasabha XIII. Setelah melalui penghitungan jumlah suara bakal calon ketua Pengurus Harian, muncul dua nama dengan perolehan suara terbanyak yakni I Nyoman Cantiasa dan Ari Dwipayana. Dengan demikian, peserta Mahasabha XIII memilih kedua calon dengan cara menuliskan namanya.
Setelah proses pemilihan para ketua di ketiga organ PHDI, pimpinan sidang Mahasabha XIII membentuk formatur untuk melengkapi susunan pengurus di masing-masing organ. Formatur terdiri dari 14 tokoh dari unsur Ketua Terpilih dan Ketua Demisioner dan para Ketua PHDI Provinsi dari wilayah Barat, Tengah dan Timur Indonesia. Sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada hari terakhir pada Minggu, 11 Oktober 2026.
PHDI Rumah Besar Umat Hindu
I Nyoman Cantiasa awalnya hanya mau ngayah sebagai ketua panitia. Namun setelah berkunjung mengawal FGD Pra Mahasabha XIII ke beberapa provinsi, banyak aspirasi yang masuk agar dirinya ikut ngayah di PHDI. Dalam pemaparan visi dan misi, Cantiasa mengusung visi : Menuwudkan PHDI menjadi rumah bedar Hindu Nusantara. “Tugas saya sebagai ketuas panitia ingin melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi. Kenapa harus rekonsiliasi, karena tidak ingin ada konflik lagi. Dan konsolidasi itu saya buktikan dengan mengundang Marsekal TNI Ida Bagus Dunia dan para tokoh Hindu yang selama ini berada di luar PHDI berkenan hadir dalam Mahasabha XIII” paparnya.
Selain itu, dari kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia, ia menyatakan umat Hindu tersebar, dan tercerai-berai tidak ada menaungi. Iam mengaku mau ngayah karena jengah dan siap bekerja dengan baik dan sekuat tenaga untuk menjadikan PHDI sebagai “rumah besar Hindu Nusantara”. “Mari kita komunikasi, kolaborasi, rekonsiliasi, semua pihak untuk membesarkan PHDI” ujarnya.
A.A. Ari Dwipayana dalam penyampaian visi misinya mengusung Panca Kertha: Manifesto Transformasi PHDI, Membangun Rumah Bersama yang kuat, bermartabat dan berdaya untuk masa depan Hindu Nusantara.
Dosen di Departemen Politik dan Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini ingin menjadikan PHDI sebagai “rumah dan perahu besar” bagi umat Hindu. Berbekal 10 Tahun pengalamannya di Pemerintahan, ia bersedia dicalonkan sebagai Ketua Pengurus Harian. Terkait dengan hubungannya dengan I Nyoman Cantiasa, ia menegaskan, Pak Cantiasa, sebagai sahabat dalam berbagai kesempatan. “Kami sebagai Dwi Tunggal dalam pengabdian sebagai Orkestrasi Kekuatan Umat” ujarnya. Rekam Jejak selama 10 Tahun di pemerintahaan ikut menjembatani aspirasi umat Hindu antara lain : Penegerian Universitas Hindu, Sertifikasi Tanah Pura, dan lainnya. Ari Dwipayana memaparkan bahwa PHDI harus menjadi lembaga yang kuat; dan memiliki kedekatan dengan kekuasaan sehingga memiliki lobi dengan pemerintah.
Menurut Ari Dwipayana, pondasi Kepercayaan terhadap PHDI terletak pada Marwah dan Persatuan. Olehnya, PHDI harus mampu memulihkan marwahnya dan mempersatukan umat Hindu. Diakhir paparan visi misinya, ia meneriakkan “Satyam Eva Jayate. Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa”. Bahkan di bagian akhir Parum Sabha Pandita, pendamping dari SC Dr. I Wayan Jondra mengajak semua pandita memekikkan Yel PHDI…. Satu….Semoga PHDI hasil mahasabha XIII ini, benar-benar mampu menyatukan kubu-kubu umat Hindu dengan bargabungnya Ida Bhagawan Putranata Nawa Wangsa Pemayun sebagai Wakil Dharma Adhyaksa Bidang Nitisastra (ram).