Nyepi di Bali Bertepatan Dengan Idul Fitri
Dharma Adhyaksa PHDI : Semua Orang Hendaknya Menghormati Tradisi Nyepi, Tanpa Harus Keluar Rumah.

Dharma Adhyaksa PHDI, Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba

Menanggapi seruan bersama yang menyebutkan saat pelaksanaan Nyepi, umat lain tetap bisa menjalankan malam takbiran dengan berjalan kaki ke luar rumah menuju  tempat ibadah terdekat, Dharma Adhyaksa PHDI, Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba angkat bicara. Menurut Pedanda Bang, kita memang patut menghargai keberagaman, perbedaan dan perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan. Jadikan perbedaan itu untuk memperkokoh rasa persatuan, rasa persaudaraan, saling menghormati. Perayaan Hari Suci Nyepi sejak dahulu sudah biasa terlaksana, namun hendaknya juga saling menghormati saat saudara kita melaksanakan  acara sesuai dengan kepercayaannya. Saat Hari Suci Nyepi, bandar udara ditutup 24 jam, pelabuhan laut, operator seluler, siaran TV  juga stop. Umat Hindu wajib menjalankan Catur Brata Penyepian. Bhuwana agung dan bhuwana alit sedang diistirahatkan (di-nol-kan). Oleh karena itu, semua kegiatan di luar rumah mestinya dihentikan selama 24 jam. Hal itu ditegaskan Ida Pedanda Gede Bang Buruan Manuaba saat ditemui di Kediaman beliau, Griya Bang Swarga Manuaba, Minggu (8/3/2026).

Menurut Ida Pedanda Bang, Bali itu dikenal di seluruh dunia karena kebudayaannya, keunikan tradisi dan ada istiadatnya. Orang dari seluruh dunia datang ke Bali untuk melihat budayanya, keunikan Bali yang tiada duanya di dunia. Masyarakat dunia pun sangat mengagumi keunikan Bali. Begitu halnya dengan tradisi Nyepi di Bali yang oleh masyarakat dunia dinilai sangat unik.  Oleh karena itu, siapa pun yang tinggal di Bali seyogyanya menghormati tradisi  Nyepi di Bali seperti yang sudah berjalan ratusan tahun sebelumnya.

Terkait dengan beredarnya seruan bersama yang ditandatangani beberapa tokoh di Bali yang pada intinya membolehkan orang keluar rumah berjalan kaki ke tempat ibadah untuk melakukan kegiatan saat Hari Raya Nyepi, Ida Pedanda Bang menyatakan no comment. Hanya saja beliau menghimbau para pejabat semestinya berpikir secara cerdas dan bijaksana lalu perlu kita duduk bersama untuk lebih memposisikan bagaimana tradisi Nyepi bisa tetap diterapkan seperti sebelumnya. Menurut beliau sebelum dibuat seruan bersama itu sebaiknya undang unsur Desa Adat dan tokoh Agama duduk bersama untuk didengar masukannya sebelum  membolehkan orang keluar rumah pada saat Nyepi. Para tokoh hendaknya mendengarkan aspirasi rakyat melalui Desa Adat. Dengan demikian silang pendapat tentang Nyepi ini tidak semakin melebar ke mana-mana  yang bisa menimbulkan disharmoni antarumat beragama

Ida Pedanda Bang berharap, siapa pun dan dengan dalih apa pun harusnya memiliki saling pengertian bahwa saat Hari Nyepi, umat Hindu sedang menjalankan Catur Brata Penyepian. Catur Brata Penyepian tidak membenarkan orang ke luar rumah karena umat Hindu dilarang keluar rumah (amati lelungaan). Umat Hindu juga harus menghentikan kegiatan bekerja (amati karya), tidak menyalakan api (amati gni) dan tidak menikmati hiburan (amati lelanguan).

Menurut Ida Pedanda Bang, Hari Suci Nyepi bukan hanya “milik” umat Hindu, bukan hanya “milik” orang yang tinggal di Bali tapi sudah menjadi “milik” bangsa  Indonesia. Beliau mengajak semua warga untuk menahan diri, karena saat Hari Suci Nyepi itu, alam semesta sedang di-nol-kan, semua orang yang berada di Bali akan mendapatkan sentuhan auranya, merasakan dan menikmati walau dalam bentuk lain.

Beliau berharap, alangkah baiknya mari kita lebih menunjukkan rasa kasih satu sama lain, bertoleransi satu sama lain dengan bersabar untuk tidak keluar rumah sebagaimana umat Hindu di Bali harus melaksanakan tapa brata dari rumah.  “Kita umat Hindu bisa menerima saat saudara-saudara kita dari agama lain menjalankan ibadah sesuai keyakinannya seperti sholat lima waktu dalam sehari terima,  kita tidak pernah komplin. Mohon, marilah kita sama-sama jaga Bali dan tradisi Nyepi ini dengan baik oleh siapa pun yang ada di Bali” ujarnya (ram).

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email