Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 Dijadwalkan Dilepas Gubernur Koster
Lari di Sawah, Damai di Bumi: Ritual Seribu Langkah untuk Ibu Pertiwi

Ketua Panitia Sudaji Peace Trail Run Fun 2026 Ketut Susana Zanzan (Tengah) didampingi Sekretaris Gede Kusuma Abdi, S.Pd (Kanan) dan Koordinator Media dan Publikasi Dr. Ir. Nyoman Merta, M.I.Kom (Kiri)

Desa Wisata Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, bersiap menjadi tuan rumah SUDAJI PEACE TRAIL FUN RUN 2026, Minggu (20/9/2026).  Event berskala internasional ini dijadwalkan dilepas oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali, Made Muliawan Arya, S.E. M.M  alias De Gadjah, didampingi anggota DPRD Bali Gede Harja Astawa, S.H, M.H, pimpinan daerah Kabupaten Buleleng dan sejumlah tokoh Bali, Buleleng, Sawan dan Desa Sudaji. Demikian dijelaskan Ketua Panitia yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sudaji, Ketut Susana alias Zanzan didampingi Sekretarisnya, Gede Eka Kusuma Abdi, S.Pd dan Koordinator Media dan Publikasi Dr. Ir. Nyoman Merta, M.I.Kom kepada puluhan awak media di Denpasar, Rabu (9/9).

Mengusung tema “Lari di Sawah, Damai di Bumi: Ritual 1.000 Langkah untuk Ibu Pertiwi”, ajang lari lintas alam sepanjang 6 kilometer ini tidak hanya menawarkan pengalaman lari lintas alam, juga membawa pesan perdamaian dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Event yang didukung oleh Desa Adat Sudaji melalui Bendesa Adat, Ketut Kertiasa dan Perbekel Desa Sudaji I Made Ngurah Fajar Kurniawan, S.E ini mengambil semangat “Act Locally, Impact Globally”  ini dirancang dengan memadukan olahraga, pelestarian alam, budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Para peserta akan diajak menyusuri situs-situs warisan budaya Desa Sudaji, lalu melintasi  kawasan persawahan dan lingkungan pedesaan Sudaji, sekaligus menikmati suasana alam pedesaan yang indah serta kehidupan masyarakat setempat.

Zanzan menambahkan, kegiatan ini sengaja dikemas berbeda dari ajang lari biasa. Setiap langkah peserta diharapkan memiliki makna bagi lingkungan dan masyarakat. “Kami menyajikan pengalaman lari yang jujur dan menyatu dengan jiwa. Peserta tidak hanya berlari di atas tanah Desa Sudaji, tetapi juga ikut mewujudkan harapan, memberdayakan petani lokal, dan membawa pulang energi kedamaian yang sesungguhnya,” ujar Zanzan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata penerapan filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya Tri Hita Karana aspek Palemahan yakni menjaga keharmonisan manusia dengan alam. Konsep kegiatan akan diperkuat dengan gerakan Zero Waste atau Cantik Tanpa Plastik serta program Run & Plant, yakni mengajak peserta turut berkontribusi dalam kegiatan penanaman 500 pohon di setiap 100 meter sepanjang rute yang ditentukan oleh panitia. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kawasan hulu, hutan, sumber air, hingga aliran sungai. Sebagai Ketua Pokdarwis, Zanzan mengusung motto : “Sudaji Cantik Tanpa Plastik, Sudaji Unik dengan Organik”.

Ia berharap, SUDAJI PEACE TRAIL FUN RUN 2026 dapat meninggalkan jejak yang baik, bukan meninggalkan sampah. Karena itu, konsep Zero Waste dan Run & Plant menjadi bagian penting dari event itu. “Kami berharap peserta datang untuk berlari sekaligus pulang membawa kesadaran bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” kata alumni SMA Negeri 1 Singaraja ini.

Selain olahraga sambil memelihara lingkungan, event ini juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Rute 6 kilometer akan membawa peserta melewati areal pertanian padi organik dan memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan petani serta masyarakat lokal.

Panitia juga menyiapkan Expo UMKM dan Kuliner Lokal yang akan menampilkan produk pertanian organik, jajanan tradisional, kuliner lokal hingga kerajinan khas Buleleng. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat setempat serta mendapat dukungan sinergi dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) baik di level Provinmsi Bali maupun Kabupaten Buleleng.

Susana berharap  event ini mampu memberikan dampak lebih luas bagi Desa Wisata Sudaji, tidak hanya dari sisi pariwisata, tetapi juga terhadap ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan. “Harapan kami, Sudaji Peace Trail Fun Run 2026 bisa menjadi ruang pertemuan antara olahraga, alam, budaya dan ekonomi kerakyatan. Dari desa, kita ingin mengirimkan pesan bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama bisa memberikan dampak yang lebih besar,” ungkapnya.

Seluruh peserta SUDAJI PEACE TRAIL FUN RUN 2026 akan berkumpul di Lapangan Desa Wisata Sudaji  dan start pukul 06.00 Wita lalu menempuh rute sepanjang 6 kilometer dan kembali ke Lapangan Desa Wisata Sudaji. Peserta yang dilibatkan terbuka bagi pelajar SD, SMP, SMA/SMK, mahasiswa, masyarakat umum, serta kategori master nasional dan internasional.

Panitia menargetkan 500 peserta. Zanzan menyebut, dari jumlah itu telah terdaftar wisatawan asing (expatriate) mendekati angka 100 orang.  Setiap peserta akan memperoleh race pack berupa jersey eksklusif trail run, medali finisher, BIB number, serta goodie bag dan refreshment berbasis produk pertanian organik lokal. Berkat kecintaannya kepada alam, Ibu Pertiwi, ia juga sejak lama melestarikan sistem Pertanian Organik dengan varietas padi Bali yang menghasilan Beras Organik Sudaji. Beras Sudaji sejak lama telah dikenal masyarakat sebagai beras yang enak, kulen dan berkualitas tinggi.

Melalui ajang ini, Desa Wisata Sudaji ingin menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan, penguatan budaya, dan pemberdayaan UMKM bagi Masyarakat desa Sudaji.  “Mari jadikan setiap langkah bukan hanya untuk mencapai garis finish, tetapi juga menjadi langkah untuk menjaga alam, mendukung petani dan menghidupkan ekonomi desa,” pungkas pria yang telah terbukti mampu mengharumkan nama Desa Sudaji sebagai Desa Wisata Unggulan di level nasional bahkan internasional (wan).

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email