Dharma Santi Nyepi dan Halal Bihalal di Buleleng
Perkuat Harmoni dalam Kebhinnekaan

Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gst Made Sunartha, S.Ag, M.M (tengah) sedang berbincang dengan para pejabat saat Dharma Santi Nyepi dan Halal Bihalal di Kantor Kemenag Buleleng Selasa, (31/3/2026).

SINGARAJA – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng menggelar Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1948 sekaligus Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriyah pada Selasa (31/3/2026). Acara yang mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam dalam Ukhuwah Basyariah, Menuju Harmoni dalam Bingkai Kebhinnekaan” ini dihadiri seluruh unsur Kantor Kementerian Agama dan Kementerian Haji Kabupaten Buleleng serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Buleleng.

Suasana Pagelaran Tari di Panggung Utama Dharma Santi Nyepi dan Halal Bihalal di Kementerian Agama Kabupaten Buleleng

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag, M.M dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antarumat beragama di Buleleng, khususnya saat perayaan Hari Suci Hindu dan Islam berdekatan. Melalui Dharma Santi sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi dan Halal Bihalal pasca-Idul Fitri, para peserta menekankan pentingnya maaf-memaafkan, silaturahmi, serta pembangunan perdamaian di tengah keberagaman. I Gst Made Sunartha menyoroti nilai historis kedua tradisi tersebut sebagai instrumen damai.  Ia menganalogikan dengan semangat Presiden Soekarno yang memanfaatkan Halal Bihalal sebagai media bermaaf-maafan dan bersilaturahmi di tengah gesekan antarbangsa pada masa awal kemerdekaan. Demikian pula Dharma Santi sebagai rangkaian dari perayaan Hari Raya Nyepi. Kalau dilihat dari sejarahnya, sejak kekuasaan Prabu Airlangga, di Jawa Timur.

“Pertama, beliau mengubah pola penguasaannya. Pada masa itu perang yang berkecamuk tidak pernah bisa dihentikan. Tidak ada yang bisa menghentikan perang dengan cara perang. Maka Prabu Airlangga mengubah alur perjuangan, yaitu dengan jalan damai,” urai  Sunartha.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, I Gede Sumarawan  menekankan anugerah keberagaman sebagai rakhmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Menurutnya, Indonesia memang ditakdirkan berbeda, dan justru dalam perbedaan itulah kebahagiaan sejati dapat diraih. “Ini karena anugerah Tuhan sungguh luar biasa. Nikmat Tuhan sangat luar biasa. Kita ditakdirkan oleh Tuhan yang Maha Kuasa untuk berbeda. Indonesia ditakdirkan untuk berbeda.”, papar Sumarawan.

Suasana Dharma Santi Nyepi Tahun Saka 1948 sekaligus Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriyah yang dihadiri seluruh staf Kementerian Agama Kabupaten Buleleng beserta beberapa undangan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan (wan).

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email