Delapan Puluh Satu Tahun lalu Kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan oleh Soekarno – Hatta. Namun semangat perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tak pernah padam. Memeriahkan peringatan kemerdekaan, Minggu, 16 Agustus 2026 lalu, Pesraman Sri Nahhuna Dhantha, di bawah naungan Yayasan Sri Jaya Darsana, yang beralamat di Banjar Tapak Karang, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, mengadakan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Yowana Sri Semara Ratih sebagai penyelenggara acara, menggelar berbagai aktivitas yang diikuti oleh pemedek dari berbagai tempekan yang tersebar di Bali.

Acara dimulai pada pukul 06.00 Wita yang diawali dengan Yoga Krtanam Ganesha Puja. Kemudian dilanjutkan dengan wejangan dari Guru Penuntun, Ida Dang Acarya Sri Bhagawan Nehwa tentang warna merah putih pada bendera Indonesia. Ida Dang Acarya menjelaskan warna merah artinya berani dalam membela kebenaran dan putih yang artinya suci dalam setiap perbuatan. “Begitu pula dalam kehidupan ini, Suka dan Duka selalu berdampingan, namun tetap harus kita jalani dengan semangat. Seperti semangat para pahlawan yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan, kita pun tidak boleh kendor untuk mencapai puncak dari perjalanan hidup ini” ujar Ida Dang Acarya. Selanjutnya, diadakan berbagai macam lomba untuk anak-anak, remaja dan para orang tua. Semua peserta sangat bersemangat, kompak dan bergembira bersama.

Peluang Kuliah dengan Beasiswa
Di sela-sela kemeriahan acara lomba, Pasraman Sri Nahhuna Dhantha kedatangan tamu dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar yang ikut menghadiri acara perayaan sekaligus mengenalkan Program Studi Yoga Kesehatan di bawah Fakultas Brahma Widya. Mereka adalah Sekretaris Prodi Yoga Kesehatan Drs. I Made Wika, M.Fil.H dan dosen Yoga Kesehatan Bdn. Ni Made Sinarsari S.Tr.Keb.,S.Kes.H.,M.Si. Kehadiran tamu dari UHN Sugriwa ini bertujuan melakukan sosisalisasi tentang peluang kuliah, beasiswa dan peluang kerja bagi lulusan Program Studi Yoga Kesehatan. Sosialisasi ini dimediasi oleh alumni Prodi Doktor Ilmu Komunikasi Hindu Dr. Ir. Nyoman Merta, M.I.Kom yang juga Direktur Yayasan Craddha.

Pengantar sosialisasi disampaikan oleh I Made Wika kemudian dilanjutkan pemaparan yang sangat menarik oleh Ni Made Sinarsari. Diawal pemaparannya, Ni Made Sinarsari menyatakan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) umat Hindu adalah dengan meningkatkan pengetahuan. Jika SDM Hindu memiliki pengetahuan agama yang baik, maka Hindu akan menjadi lebih berkualitas dan dengan demikian tidak mudah “loncat pagar” (konversi) ke keyakinan lain. Meningkatkan pengetahuan Agama Hindu bisa dilakukan dengan melanjutkan studi di perguruan tinggi keagamaan Hindu.

Dijelaskan oleh Ni Made Sinarsari, satu-satunya perguruan tinggi Hindu yang sudah berstatus universitas milik umat Hindu adalah UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Ia lalu mengurai berbagai keunggulan di Program Studi Yoga Kesehatan, baik dari bidang ilmu, skill, mekanisme belajar dan tawaran beasiswa yang juga sangat menarik minat para peserta sosialisasi. Peserta sosialisasi tampak sangat antusias mendengarkan paparan dari kedua narasumber.

Sesi tanya jawab pun berlangsung seru karena banyak yang penasaran dan tertarik untuk melanjutkan studinya terbukti para peserta tampak sangat antusias. Setelah mendengarkan arahan dan motivasi dari Guru Penuntun Ida Dang Acarya Sri Bhagawan Nehwa, sejumlah peserta mengatakan segera mendaftar untuk kuliah di Prodi Yoga dan Kesehatan Fakultas Brahma Widya UHN I Gusti Bagus Sugriwa. Akhir acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan Buku Lawar Leadership dan Majalah Craddha edisi terbaru dari Nyoman Merta atas nama Yayasan Craddha. Acara yang berlangsung dalam suasana hangat penuh kekeluargaan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dengan Guru Penuntun, Ida Dang Acarya Sri Bhagawan Nehwa dan seluruh sisya Pasraman serta para tamu undangan (*/r/ram).