Pagi yang cerah, dihari Rabu beberapa waktu lalu, ratusan siswa tampak sumringah memenuhi di Taman Kota Denpasar,. Mereka menghiasi halaman Taman Kota untuk mengikuti Gebyar Yoga serangkaian Denpasar Education Festival. Yang menarik, Gebyar Yoga yang digelar dengan jumlah peserta terbanyak itu dicanangkan masuk Rekor Muri. Tentu saja hal itu menambah semangat instruktur dan mahasiswa yang tergabung dalam UKM Yoga. Tak ayal, beberapa pelatih dan puluhan mahasiswa pun diterjunkan. UHN I Gusti Bagus Sugriwa dipercaya memandu Yoga Asanas dalam momentum Denpasar Education Festival.

Rektor UHN Sugriwa Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si hadir dan memandu Gebyar Yoga. Menurutnya, Gebyar Yoga itu, apalagi masuk Muri sangat istimewa karena UHN Sugriwa bisa memperkenalkan sekaligus menunjukan kemampuan yoga yang dimiliki oleh UHN Sugriwa di mata publik. Gebyar Yoga ini dihadiri oleh Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa, S.E., M.M bersama Rektor UHN Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si didampingi para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag, para Kepala Biro, Dekan Fakultas Brahma Widya, Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, M.A, Ketua LPM, LPPM, SPI dan pejabat lainnya. Sementara instruktur yoga, Made G. Juniartha, S.Sos.H., M.Fil.H bersama peserta dari UKM Yoga tampak antusias mengikuti kegiatan.

Rektor UHN Sugriwa, Prof. Ngurah Sudiana terus mendorong kontinuitas gebyar yoga, sebagai pendukung gerakan bersama mewujudkan kesehatan masyarakat. Yoga, meskipun bersumber dari Hindu, namun manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat dunia. “Gebyar yoga tidak boleh berhenti karena merupakan salah satu ajaran agama Hindu yang bersumber dari Patanjali Yoga Sutra dan lain-lain. Bukti bahwa yoga sudah mendunia adalah yoga sudah diajarkan di sekolah-sekolah dan di kampus khususnya kampus UHN Sugriwa,” imbuhnya.
Rektor UHN Sugriwa, Prof. Ngurah Sudiana mengurai, selama ini UHN Sugriwa berkomitmen melaksanakan pengabdian, salah satunya melatih dan memandu kegiatan yoga. “Gebyar yoga sesungguhnya sudah dilakukan sejak IHDN mulai tahun 2018 dan berlanjut sampai sekarang, tempatnya berpindah-pindah, mulai dari lapangan Bajrasandi Renon, lapangan Puputan Badung di depan pura Jagatnata, di lapangan kampus UHN Sugriwa Bangli, lapangan Alun-alun Bangli di depan Kantor Bupati, dan paling baru di Taman Kota Denpasar,” ungkapnya.

Menurut Prof. Ngurah Sudiana, momentum saat itu sangat spesial, karena gebyar yoga serangkaian Denpasar Education Festival, dicanangkan dan masuk rekor Muri. UHN menerjunkan instruktur yoga dan mahasiswa yang tergabung dalam UKM Yoga. Gebyar Yoga ini, apalagi masuk Muri sangat istimewa karena UHN bisa memperkenalkan sekaligus menunjukan kemampuan yoga yg dimiliki oleh UHN sugriwa di mata publik.

Kampus UHN Sugriwa, Prof. Ngurah Sudiana, sudah sering menjadi salah satu penyelenggara perlombaan yoga, baik lokal, nasional, hingga internasional. UHN Sugriwa satu-satunya kampus yang memiliki Program Studi Yoga Kesehatan di bawah Fakultas Brahma Widya yang dipimpin Dekan Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, M.A. Di Bali, imbuhnya studio dan kelompok yoga sangat banyak, namun yang dipelajari secara akademis baru di kampus UHN Sugriwa. “Kampus dalam dan luar negeri banyak yngg belajar atau studi banding mengenai yoga ini ke kampus UHN. Terbaru, dari Toyo University Jepang dan juga kampus lainnya,” jelas Prof. Ngurah Sudiana. Gebyar Yoga digelar tak hanya di Taman Kota Denpasar, sivitas akademika UHN Sugriwa juga secara serentak melaksanakan yoga di kampus Denpasar dan Bangli. Diakhir acara, Rektor UHN Sugriwa bersama para pejabat melepas burung serta mengunjungi berbagai stand UMKM dan kesehatan di sekitar lokasi. Atas kontribusinya, UHN Sugriwa diberikan penghargaan oleh Pemkot Denpasar sebagai Inisiator dan Partisipan Aktif dalam Yoga Asana (r/ram).