DENPASAR-Puncak Dharma Shanti Nyepi 2026 yang direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto, 17 April 2026 akan dilaksanakan di panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Depasar. Gubernur Bali, Wayan Koster menyetujui penggunaan Panggung Terbuka Ardha Candra beserta menyiapkan segala fasilitas dan konsumsi saat pelaksanaan Dharma Shanti yang rencananya dihadiri sedikitnya 5000 orang itu. Hal itu ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima Panitia Nasional Dharma Shanti Nyepi PHDI Pusat dan PHDI Bali di Kantor Gubernur Niti Mandala Renon, Kamis (15/1/2026).
Panitia Dharma Shanti Nasional yang menemui Gubernur Koster terdiri dari Unsur Panitia Pelaksana yakni Wakil Ketua Umum, I Nyoman Kenak, S.H, Sekretaris Umum Panitia Nasional I Made Sunarsa, Koordinator Bidang Pengerahan Umat dan Transportasi, Dr. Ir. I Wayan Jondra, M.Si, Bidang Penggalian Dana Ir. Putu Wirata Dwikora, S.H, M.H. Sedangkan Unsur Pengurus Sabha Pandita PHDI Pusat hadir Ida Pandita Mpu Siwa Buda Daksa Darmita dan Ida Rsi Agung Nanda Kusuma Wijaya Manuaba dan Ketua Paruman Pandita PHDI Bali Ida Pedanda Wayahan Wanasari didampingi unsur Sabha Walaka PHDI Pusat, Ir. Nyoman Merta, M.I.Kom dan sejumlah pengurus PHDI Bali dan pimpinan organisasi keagamaan di Bali.
Wakil Ketua Umum Panitia Pelaksana Dharma Shanti Nyepi, I Nyoman Kenak secara sekilas memaparkan maksud dan tujuan rombongan bertemu Gubernur Koster. Kenak menyampaikan salam dari Ketum Umum Panitia Nasional Masda TNI (Purn) I Made Susila Adnyana, S.IP, S.H yang berhalangan hadir kepada Gubernur Koster. Kenak memohon bantuan dan dukungan Gubernur Koster agar pelaksanaan Dharma Shanti Nasional di Bali 17 April 2026 berjalan dengan lancar dan sukses. “Kami mohon bantuan dan dukungan Bapak Gubernur” ujarnya. Gubernur Koster mengatakan, “pasti kita dukunglah”. Yang sudah pasti tempat sudah ada (red – di Panggung Terbuka Ardha Candra). Hanya saja soal pembiayaan tidak dianggarkan di APBD Bali sedangkan uang cash tidak mungkin dari APBD. Untuk memaksimalkan kehadiran peserta, Koster menyarankan panitia menggunakan aplikasi google form, peserta mendaftar melalui google form sedangkan untuk undangan tetap mengguanakan surat undangan resmi.

Sekretaris Umum I Made Sunarsa menambahkan, tema Dharma Shanti Nyepi tahun ini adalah “Vadudhaiva Kutumbakam : Nusantara Harmoni Indonesia Maju”. Kepada Gubernur Koster, Sunarsa menyampaikan rangkaian acara Dharma Shanti Nyepi 2026 yang terdiri dari : (1) Laonching Perayaan Dharma Shanti 2026 dan Perayaan Siwaratri 17 Januari 2026 yang ditargetkan dihadiri oleh 500 orang; (2) Mahasiwaratri dan Penanaman Pohon secara serentak di seluruh Indonesia pada 15 Pebruari 2026 diikuti oleh 3000 orang; (3) Bhakti Sosial dan Pelayanan Kesehatan pada 27-29 Pebruari 2026 melibatkan peserta 1000 orang; (4) Makerti Ayuning Segara pada 8 Maret 2026 di Danau Buyan dan Batur melibatkan 400 orang; (5) Donor Darah Serentak di Jakarta pada 14 Maret 2026 melibatkan 2000 pendonor; (6) Pelaksanaan Tawur Agung Kasanga pada 18 Maret 2026 yang dipusatkan di Candi Prambanan melibatkan 1500 orang; (7) Perayaan Hari Suci Nyepi pada 19 Maret 2026; (8) Seminar Nasional di Bali pada 2 April 2026 menghadirkan 300 peserta ; (9) Saka Yoga pada 11 April di Jakarta melibatkan 1000 peserta dan (10) Puncak Acara Dharma Shanti Nyepi di Bali dihadiri paling sedikit oleh 5000 orang.
Gubernur memastikan dukungannya untuk menggunakan Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Denpasar. Untuk memastikan agenda tersebut, ia telah memerintahkan jajarannya untuk mempersiapkan segala kebutuhan Panggung Terbuka Ardha Candra, mulai dari sound system, dekorasi, lighting, kursi untuk para undangan hingga konsumsi (ram).