SINGARAJA – Mahasiswa harus memiliki keterampilan (skill), inovasi, dan ketahanan diri menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu, situasi perang di Kawasan Timur Tengah dan Eropa menyebabkan sulitnya kebutuhan hidup dan itu semua harus kita hadapi. Karena itu, kita harus memiliki kemampuan dan ketahanan diri yang baik. Hal itu ditegaskan oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, saat memberikan kuliah umum di Institut Mpu Kuturan Singaraja (IMK), Jumat (15/5). Kedatangan Muzani disambut Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si dan Rektor IMK, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A beserta jajarannya.

Muzani juga menyinggung rencana pembangunan gedung pascasarjana di IMK Singaraja yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 54 miliar. Ia berjanji akan menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Kementerian Agama agar segera ditindaklanjuti. “Rencana pembangunan gedung Pascasarjana pasti kami dukung dan kami akan menyampaikan ke Kementerian Agama agar dapat segera direalisasikan, ” ucap Muzani.
Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija menjelaskan, IMK memiliki tanggung jawab moral sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kokoh. “Dalam pandangan Hindu, lanjutnya, persatuan merupakan manifestasi nilai-nilai Vasudhaiva Kutumbakam yang berarti semua adalah bersaudara” ucapnya. Menurut Duija, nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan semangat Pancasila sebagai pemersatu di tengah keberagaman Indonesia. Sejalan dengan Renstra Ditjen Bimas Hindu dan Asta Protas Menteri Agama, pihaknya menjadikan kerukunan dan moderasi beragama sebagai fondasi utama. “Kami percaya, untuk mencapai visi tersebut, kita memerlukan tiga pilar utama, yakni SDM unggul, harmoni dan cinta kemanusiaan, serta dharma negara yang kuat dengan berlandaskan nilai-nilai ketuhanan,” imbuhnya. Duija juga menyebut IMK diproyeksikan bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga laboratorium pengamalan nilai-nilai Pancasila yang juga memiliki semangat juang yang tinggi tentunya dalam hal melahirkan prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. “Kami berharap, IMK menjadi tempat yang menerapkan nilai-nilai Pancasila yang salah satu nya adalah toleransi , serta meningkatkan kemampuan akademik maupun non akademik yang tentunya membawa nama kampus maupun Buleleng sendiri nantinya”ucap Duija.

Terkait pembangunan kampus, Rektor Institut Mpu Kuturan Singaraja, I Gede Suwindia menjelaskan proyek gedung pascasarjana saat ini memasuki tahap kedua yang mencakup pembangunan basement dan struktur lantai satu. “Penyelesaiannya belum bisa dilakukan tahun ini, karena keterbatasan anggaran. Kami mohon dukungan Bapak Ketua MPR RI agar pembangunan kampus bisa terus berlanjut dan bisa menjadi kampus Agama Hindu terkenal dan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas,” paparnya.
Kuliah umum kebangsaan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh seperti Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali I Made Muliawan Arya (De Gadjah), Ketua DPC Gerindra Kabupaten Buleleng, I Gede Harja Astawa, Ketua PHDI Buleleng Dr. I Gede Made Metera, para pejabat di Setda Buleleng, tokoh organisasi kemasyarakatan, FKUB, ormas Aliansi Cipayung Plus, serta Aliansi BEM di Bali Utara (wan).