JAKARTA – Per hari ini, Jumat 25 September 2026, atau 2 minggu sebelum pelaksanaan Mahasabha XIII (8-11 Oktober 2026), sebanyak 33 dari 35 PHDI Provinsi (94%) dan 197 dari 298 PHDI Kota/Kabupaten (66%) sudah mengisi formulir pendaftaran dan mengirim surat mandat sebagai Peserta Mahasabha. Sesuai AD/ART, Mahasabha sah jika diikuti oleh 2/3 jumlah Provinsi di seluruh Indonesia. Artinya QUORUM sudah tercapai bahkan terlampaui. Namun demikian, Mahasabha BUKAN hanya soal legalitas quorum. Mahasabha adalah tentang semangat kebersamaan, rasa memiliki, kekeluargaan, dan persatuan kita sebagai organisasi Majelis Umat Hindu. Demikian ditegaskan Sekretaris Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, IK. Budiasa melalui siaran persnya.

Namun demikian, pihaknya menargetkan kehadiran PHDI Provinsi 100%. Dari dua PHDI Provinsi yang belum mendaftar — keduanya di ujung wilayah Indonesia — satu baru akan Lokasabha besok, 26-27 September yang meminta kehadiran Sekretaris Umum sekaligus membuka dan mengikuti proses Lokasabha. Lalu, pengurus terpilih akan langsung mendaftar setelah mendapatkan SK dari PHDI Pusat. Satunya provinsi, katanya, lagi on progress.
Mengapa Up Date Peserta ini penting ?
Menurut Budiasa, ini penting disampaikan agar pengurus berikutnya lebih ringan. “Dengan legitimasi yang kuat, semoga pengurus terpilih bisa fokus pada program-program pelayanan. Dengan legitimasi yang kuat, semoga apa yang kami alami 5 tahun ini — mewarisi 5 PHDI Provinsi dibekukan yang harus diselesaikan dan menghadapi 11 kali gugatan — tidak akan terjadi lagi” ujarnya.

Kata Budiasa, Pak WBT sudah tidak mungkin jadi Ketum lagi karena sudah 2 periode. “Saya juga sudah memutuskan mundur dan tidak bersedia lagi di posisi apapun di Pengurus Harian. Tapi inilah legacy yang ingin kami wariskan, sebagai bentuk tanggungjawab dan cinta kami kepada Majelis” imbuhnya. Dia berharap, semoga Mahasabha XIII dapat menjadi landasan yang kuat untuk PHDI yang semakin baik di masa depan (r/ram).