DI TENGAH arus modernitas yang kian deras mengepung dan membanjiri Pulau Dewata, Desa “Bali Aga” Tenganan Pegringsingan tetap berdiri teguh sebagai salah satu desa Bali Aga yang setia menjaga tradisi dan warisan leluhurnya. Salah satu ikon Tenganan Adalah Kain Tenun Geringsing. Kain yang unik ini dirajut dengan teknik ikat ganda (double ikat). Selain Kain Tenun Geringsing yang telah dikenal mendunia, juga ada ritual unik mekare-kare, serta tata kehidupan adat dan tradisi lokal yang khas menjadikan desa di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem ini sebuah warisan budaya yang tetap “hidup” abadi. Namun, menjaga warisan di era digital menuntut kesiapan sumber daya manusia yang punya komitmen kuat memertahankan jati diri namun adaptif terhadap perkembangan jaman di era digital.
Semangat menjaga warisan budaya leluhur itulah yang menjiwai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi D3 Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Bali (PNB) pada Sabtu, 17 Oktober 2026 lalu di Desa Wisata Tenganan Pegringsingan. Alih-alih sekadar menggugurkan kewajiban akademik, kegiatan ini hadir sebagai wujud bakti perguruan tinggi untuk ikut merawat warisan budaya adiluhung Bali sekaligus menguatkan kapasitas warga yang menjaganya.

Seremoni PkM berlangsung khidmat dengan kehadiran sejumlah pejabat dan tokoh Masyarakat. Dari PNB, hadir Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) PNB, Ida Bagus Gede Dananjaya, S.E, M.M; Ketua Jurusan Administrasi Bisnis, Nyoman Indah Kusuma Dewi, S.E., M.B.A, Ph.D; Ketua Program Studi Administrasi Bisnis, Dr. I Made Widiantara, S.Psi., M.Si, CPR, CCM; dan Ketua Tim PkM, I Ketut Muderana, S.E, M.Si. Pejabat dan Tim PNB disambut langsung oleh Kelian Adat Desa Tenganan Pegringsingan, I Putu Suarjana, dan Ketua Pengelola Desa Wisata Tenganan, I Putu Wiadnyana, bersama jajaran pengelola desa wisata dan warga setempat. Turut hadir pula ketiga narasumber pelatihan serta tim mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis PNB dari kampus pusat dan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Karangasem untuk menyukseskan PkM.
Dalam bingkai filosofi Tri Hita Karana: keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, kegiatan ini menyasar dimensi pawongan, yakni penguatan manusia sebagai pengelola desa wisata. Setidaknya, ada tiga pelatihan terpadu dihadirkan untuk menjawab kebutuhan nyata desa Tenganan yakni Pengelolaan Arsip Digital, English Guiding and Hospitality dan Pengelolaan Media Sosial. Materi Pengelolaan Arsip Digital dibawakan oleh Laily Fauziah, S.Si, M.B.A, CSMM, CDMP, dengan pesan sederhana namun mendasar: “…Yang tidak terdokumentasi, perlahan akan terlupakan”. Pelatihan English Guiding and Hospitality disampaikan oleh Ni Putu Ritra Trees Ari Kartika Hadi Saraswati, M.Pd yang membekali warga setempat agar mampu menyapa dan memandu wisatawan mancanegara dengan ramah dan percaya diri. Sementara itu, materi Pengelolaan Media Sosial yang dibawakan oleh Gede Sedana Wibawa Yasa, S.Tr.Akt, M.Si, berbagi tips, mengajak pengelola mengenalkan potensi desa ke seluruh dunia melalui jejaring kanal digital .
Dalam sambutannya, Ketua Tim PkM, I Ketut Muderana, S.E, M.Si, menegaskan bahwa program disusun berdasarkan analisis kebutuhan yang digali langsung melalui wawancara bersama pengelola Desa Wisata Tenganan dan disambut sangat baik oleh Kelian Adat setempat. Ketua Jurusan Administrasi Bisnis, Nyoman Indah Kusuma Dewi, S.E, M.B.A, Ph.D menegaskan bahwa pengabdian itu menjadi agenda rutin tahunan bersama mitra-mitra yang kebutuhannya selaras dengan bidang keilmuan Administrasi Bisnis.
Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) PNB, Ida Bagus Gede Dananjaya, S.E, M.M mengurai, PkM merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib diemban seluruh sivitas akademika dengan tetap mengedepankan kebutuhan nyata mitra pengabdian.
Sambutan hangat datang dari masyarakat adat. Kelian Adat Desa Tenganan Pegringsingan, I Putu Suarjana. Putu menyampaikan terima kasih yang tulus karena desanya dipilih sebagai mitra. Menurutnya, di era digital, penguatan kapasitas SDM pengelolaan desa wisata adalah kebutuhan mendesak bagi pengelola dan warga. Senada dengan Putu, Ketua Pengelola Desa Wisata Tenganan, I Putu Wiadnyana menilai kegiatan ini menjadi motivasi berharga untuk terus menjaga warisan budaya lokal di desanya, sekaligus memertahankan citra positif Tenganan di mata wisatawan. “Harapan saya, kegiatan ini dapat berlangsung secara berkesinambungan pada masa mendatang,” pintanya.
Kepedulian Tim PkM tidak berhenti pada ruang pelatihan. Sebagai bentuk aksi nyata, tim juga menyerahkan bantuan berupa alat papan display dan papan nama sekretariat untuk menunjang operasional sekretariat pengelola Desa Wisata Tenganan. Kegiatan ini turut disukseskan oleh tim mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis PNB kampus pusat PNB bersama mahasiswa Program Studi Luar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Karangasem.
Melalui langkah kecil yang penuh makna ini, Desa Tenganan Pegringsingan diharapkan dapat terus melangkah di era digital tanpa tercerabut dari akar tradisinya — menjaga nyala warisan leluhur, merawat keharmonisan, dan membagikan keindahan budaya Bali Aga kepada dunia (Tim PkM Prodi Administrasi Bisnis PNB).