UHN Sugriwa Kukuhkan Empat Guru Besar
Rektor Prof. Ngurah Sudiana : Gurubesar Mesti Bermanfaat Bagi Masyarakat

Rektor UHN Sugriwa Prof. Ngurah Sudiana, Para Wakil Rektor, Ketua Senat, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd, Direktur Pascasarjana UHN Sugriwa Prof. Dr. Dra. Relin, D.E., M.Ag bersama Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Para Guru Besar yang baru dikukuhkan.

BANGLI – Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar memiliki tambahan empat guru besar baru yang semula 27 menjadi 31 orang.  Rektor, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si mengukuhkan empat guru besar dalam ranting keilmuan dan kepakaran yang berbeda, Selasa (1/9/2026) di Auditorium Giri Prasta, Kampus Pusat UHN Bangli.  Sidang terbuka Pengukuhan Guru Besar dibuka oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd.

Keempat Guru Besar yang dikukuhkan, yakni Prof. Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D (Ranting Ilmu/Kepakaran Teologi Weda), Prof. Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag. (Ranting Ilmu/Kepakaran Acara Agama Hindu), Prof. Dr. Drs. I Nyoman Temon Astawa, M.Pd. (Ranting Ilmu/Kepakaran Strategi Pembelajaran Hindu), dan Prof. Dr. Ni Kadek Surpi, S.Pt., M.Fil.H. (Ranting Ilmu/Kepakaran Filsafat Ketuhanan Hindu).

Prof. I Ketut Donder

Masing-masing guru besar menyampaikan orasi ilmiah, yakni Prof. Donder berjudul VIRÀT PURUSATATTVA : Teologi Kesadaran Jagad Raya dan Implementasinya pada Swadharma Pandita Hindu Bali Serta Vibrasi Spiritualnya Terhadap Kosmos Bali. Prof. Girinata menyampaikan orasi ilmiah tentang KREMASI BINATANG BERBASIS RITUAL DI BALI: Penguatan Kesadaran Spiritual dan Etika Hindu Terhadap Satwa. Orasi ilmiah Prof. Temon bertajuk MEMBANGUN LITERASI BAHASA DAN NILAI MORAL: Evaluasi Penggunaan Bahasa Ibu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama. Sementara, Prof. Surpi dalam Orasi Ilmiahnya dalam Bahasa Inggris tentang KETUHANAN SEBAGAI KESADARAN: Rekonstruksi Ontologis Yoga dalam Krisis Spiritual Modern.

Prof. Ni Kadek Surpi

Rektor, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, dalam laporannya mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas raihan gelar guru besar bagi empat dosen UHN Sugriwa. Menurutnya, Guru besar merupakan capaian akademik tertinggi dosen yang berdampak bagi kemajuan kualitas Tridharma perguruan tinggi. Prof. Ngurah Sudiana mengucapkan selamat kepada para guru besar yang baru serta terima kasih kepada Menteri Agama dan Dirjen Bimas Hindu. Menurut Rektor, ditengah perubahan dan perkembangan yang sangat cepat, teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan lingkungan, dinamika ekonomi, serta berbagai persoalan sosial, perguruan tinggi dituntut untuk terus menghasilkan ilmu pengetahuan yang relevan dan solutif.

Untuk itu, kata Rektor,  keberadaan Guru Besar memiliki posisi yang sangat strategis. “Guru Besar diharapkan menjadi penggerak utama pengembangan keilmuan, memperkuat riset unggulan, membangun kolaborasi nasional dan internasional, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi Masyarakat” ungkap mantan Ketua PHDI Bali tiga periode ini. Ia berharap, para Guru Besar yang dikukuhkan pada hari ini dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi universitas, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Prof. I Made Girinata

Pihaknya juga akan terus mendorong peningkatan kualitas penelitian, publikasi pada jurnal bereputasi, pengembangan inovasi, hilirisasi hasil riset, penguatan kerja sama, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak. Dengan demikian, bertambahnya jumlah Guru Besar bukan hanya menjadi indikator peningkatan kapasitas sumber daya manusia universitas, tetapi juga harus tercermin dalam peningkatan kualitas dan dampak tridarma perguruan tinggi. “Kami berharap para Guru Besar senantiasa menjadi teladan dalam menjunjung tinggi integritas akademik, etika keilmuan, kebebasan akademik yang bertanggung jawab, serta semangat untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan” imbuhnya.

Prof. I Nyoman Temon Astawa

Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si dalam sambutannya secara daring mengucapkan selamat kepada para guru besar yang baru dikukuhkan.  “Lahirnya guru besar tidak semata-mata sebagai capaian kuantitatif dari setiap dosen yang akan menuju karir akademiknya, tetapi pertambahan guru besar harus berbanding lurus dengan kualitas pembelajaran, kualitas akademik di perguruan tinggi yang kita cintai” ujarnya.

Cita-cita dari seorang dosen, lanjut I Nengah Duija, mencapai jabatan fungsional tertinggi, jabatan akademik tertinggi, serta jenjang pendidikan tertinggi. Tiga capaian inilah yang menandakan berhasilnya seseorang yang berkecimpung di dunia akademik di kampus. Pihaknya  mengapresiasi capaian UHN I Gusti Bagus Sugriwa ini, baik di tingkat rektorat, dekanat, maupun seluruh civitas academika yang telah bekerja bahu-membahu. “Atas nama pimpinan saya mengapresiasi Rektor UHN yang telah bekerja keras mendorong teman-teman dosen, mendorong civitas academika untuk terus mencapai derajat yang lebih tinggi dalam rangka capaian akademiki agar perguruan tinggi yang kita kelola benar-benar memiliki kemampuan dalam hal sumber daya manusia” ucapnya.

Acara pengukuhan guru besar, diisi  penandatanganan MoU antara Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa dengan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, S.E., M.I.Kom. dilanjutkan dengan peluncuran buku berjudul Brahmajijnasa Teo-Filosofi Edukasi Menuju Realisasi Diri yang ditulis oleh keempat guru besar yang baru (r/ram).

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email