Oleh : Luh Irma Susanthi,S.Sos ,M.Pd
(Koordinator Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali)

210 (Dua Satu Nol) : Dua sisi kehidupan, Satu kesadaran Dharma, Nol kesombongan. Setiap 210 hari, Saniscara Umanis Watyugunung, umat Hindu merayakan Hari Suci Saraswati. Kita menghormati ilmu pengetahuan sebagai cahaya yang menerangi kehidupan. Namun, ada satu pertanyaan yang perlu kita renungkan : Sudahkah ilmu membuat kita lebih bijaksana, atau hanya membuat kita merasa lebih pintar ? Mari kita baca pesan reflektif angka 210 dalam perspektif nilai-nilai teologi Hindu.
2 — Rhwa Bhineda
Hidup memiliki dua sisi: suka dan duka, terang dan gelap, perbedaan dan persamaan. Gunakan Wiweka untuk membedakan yang benar dan yang salah. Jangan membenarkan keburukan atas nama keseimbangan. Dua sisi kehidupan harus dipahami dengan kebijaksanaan, bukan dihadapi dengan kebencian.
1 — Kesadaran Dharma
Angka satu menjadi simbol kesadaran kepada Sang Hyang Widhi Wasa dan Dharma sebagai tuntunan hidup.
Bhagavad Gita IV.11 :
ये यथा मां प्रपद्यन्ते तांस्तथैव भजाम्यहम् ।
मम वर्त्मानुवर्तन्ते मनुष्याः पार्थ सर्वशः ॥
Ye yathā māṁ prapadyante tāṁs tathaiva bhajāmy aham; mama vartmānuvartante manuṣyāḥ pārtha sarvaśaḥ. Artinya: Dengan cara bagaimana pun manusia mendekat kepada-Ku, dengan cara demikian Aku menerimanya. Wahai Partha, semua manusia mengikuti jalan-Ku dalam segala hal. Banyak pengetahuan boleh kita miliki, tetapi Dharma harus menjadi kompas yang menuntun langkah.
0 — Sunya, Nol Kesombongan
Angka nol menjadi simbol refleksi untuk mengurangi ego, membuka diri terhadap pembelajaran, dan menumbuhkan kerendahan hati.
Bhagavad Gita XVI.2:
अहिंसा सत्यमक्रोधस्त्यागः शान्तिरपैशुनम् ।
दया भूतेष्वलोलुप्त्वं मार्दवं ह्रीरचापलम् ॥
Ahiṁsā satyaṁ akrodhas tyāgaḥ śāntir apaiśunam; dayā bhūteṣv aloluptvaṁ mārdavaṁ hrīr acāpalam.
Artinya: Tanpa kekerasan, kejujuran, tidak mudah marah, sikap rela melepaskan, ketenangan, tidak suka memfitnah, kasih sayang kepada semua makhluk, tidak serakah, kelembutan, kesopanan, dan keteguhan hati merupakan sifat-sifat yang luhur. Kosongkan kesombongan, bukan pengetahuan. Rendahkan ego, bukan martabat diri.
Pesan Untuk Generasi Z
Jangan hanya menjadi generasi yang cepat memperoleh informasi, tetapi lambat memahami makna, jangan hanya mengejar popularitas, tetapi kehilangan integritas, jangan hanya ingin terlihat pintar, tetapi lupa menjadi manusia yang bermanfaat, sebab ilmu bukan sekadar untuk mendapatkan gelar, jabatan, atau pengakuan. Ilmu harus hidup dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Pesan Semesta 210
2 — Dua sisi kehidupan.
1 — Satu kesadaran Dharma.
0 — Nol kesombongan.
Saraswati datang setiap 210 hari, tetapi kebijaksanaan tidak boleh menunggu 210 hari untuk tumbuh. Setiap hari adalah kesempatan untuk menjadikan ilmu sebagai cahaya, Dharma sebagai arah, dan kerendahan hati sebagai karakter. Selamat Hari Suci Saraswati, mari tidak hanya merayakan ilmu, tetapi menghidupkan nilainya dalam kehidupan. Hari Suci Saraswati bukan hanya momentum menghormati buku, lontar, dan pengetahuan. Tapi, lebih dari itu, Saraswati adalah ajakan untuk terus belajar, berpikir jernih, bersikap bijaksana, dan bertindak berdasarkan Dharma. Mari jadikan 210 sebagai pengingat untuk terus bertumbuh: memahami Rwa Bhineda, meneguhkan kesadaran Dharma, dan mengendalikan ego, sebab keberhasilan pendidikan bukan hanya melahirkan manusia yang pintar menjawab pertanyaan, tetapi manusia yang mampu mengambil keputusan benar ketika kehidupan memberikan ujian, jangan hanya merayakan datangnya Saraswati. Buktikan bahwa ilmu benar-benar mengubah cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak. Semoga Semua Makhluk Berbahagia (*).
#PesanSemesta210 #HariSuciSaraswati #Filosofi210 #RwaBhineda #Dharma #Wiweka #GenerasiHindu #LiterasiDigital #IlmuDanKebijaksanaan