Cerahnya mentari menyapa pagi itu, Jum’at (11/9/2026) bertepatan dengan Tilem di SMKN 1 Sawan di Desa Menyali. Cahaya itu hadir saat mereka sedang berkumpul di lapangan di depan Ruang Mice yang dihadiri 1.030 siswa dari 6 jurusan berbeda yang diampu 74 guru dan 25 pegawai. Kehangatan itu bertambah saat kedatangan Tim MTDS (Mengajar Tanpa Dihajar Stres) sejumlah 14 orang dari Yayasan Anand Ashram, YPAK (Yayasan Pendidikan Anand Krishna), dan AKC (Anand Krishna Centre) Singaraja.
Kedatangan tim Anand Ashram ini disambut oleh aktivitas siswa yang diawali dengan persembahyangan Tilem. Selain itu, atas gagasan Kepala Sekolah Dr. I Made Rasta, S.Pd., M.Pd.H. yang akrab disapa “Pak Rama”, para siswa juga rutin melakukan teknik silent sitting setiap hari, sebelum memasuki ruang kelas masing-masing.

Dalam suasana terbuka seperti itulah, program MTDS yang digagas oleh Guruji Anand Krishna dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan Prof. Dr. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc pada 2002, dihadirkan dalam suasana ceria selaras cerahnya Mentari pagi. MTDS ini disambut hangat oleh Pak Rama, sosok yang menaruh perhatian dalam peningkatan pemberdayaan para guru, sehingga rutin mengadakan kegiatan “Guru Belajar” setiap Jum’at. MTDS diharapkan dapat menjadi sarana untuk pembelajaran diri para guru dalam proses belajar dan mengajar, serta lebih lanjut, setelah para guru belajar me-manage stresnya. Stres muncul akibat interaksinya dengan beragam watak murid-muridnya. Efek positif stres juga menular pada seluruh siswanya, meskipun mereka tidak ikut berlatih, sebagaimana yang terjadi pada teori “Efek Monyet Keseratus” pada penelitian di dua pulau yang terpisah di Jepang.
Acara di Ruang Mice SMKN 1 Sawan ini diantarkan oleh MC Aprilia Verawati, S.Pd. yang sehari-hari mengajar PKN diawali dengan mantra Gayatri dan Mantra Guru. Acara dilanjutkan MC dari AKC Singaraja, Nyoman Wahyuni Apriliani, S.Pd (guru SD Negeri di Desa Nagasepaha), yang kemudian membalut seluruh acara inti dalam kemasan yang apik. Sebanyak 71 orang yang mengikuti MTDS merupakan guru dan staf SMKN 1 Sawan, telah membawa buku karya Guruji: “Self Empowerment, Seni Memberdaya Diri Bagi Pendidik dan Pemimpin. Mengajar Tanpa Dihajar Stress, Berkarya Tanpa Beban Stress”. Buku-buku itu seluruhnya merupakan sumbangan dari mereka yang peduli akan pendidikan bangsa.
MTDS diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah dan Koordinator AKC Singaraja, Ketut Suartika, S.T dilanjutkan dengan materi inti beserta latihan secara runut oleh 2 fasilitator MTDS yakni Ir. Made Yudanegara dan Ni Komang Trijesi, S.T. Acara ini juga dihangatkan dengan 3 lagu ceria dari Tim Musik yang menyemarakkan suasana di setiap akhir sesi.

Di acara inti, fasilitator memfasilitasi teknik latihan pertama untuk me-manage stress ringan. Teknik ini merupakan cara untuk menyayangi tubuh fisik yang seringkali kurang kita perhatikan dan kurang kita sayangi secara khusus, kecuali dalam keadaan sakit. Dalam sesi tanya jawab, selain pertanyaan tentang teknik pernafasan, juga ada testimoni peserta yang tiba-tiba merasa terharu sedemikian hingga menangis saat sedang dalam proses menyayangi tubuh. Berikutnya, setelah menyanyi bersama, fasilitator memaparkan tentang pengaruh getaran suara terhadap beban emosional. Beliau juga memfasilitasi latihan untuk stres lebih lanjut. Sesi ini juga ramai dengan pertanyaan dan testimoni dari peserta, seputar yang mereka rasakan setelah latihan maupun pertanyaan tentang rincian teknik latihan.
Setelah break 10 menit, fasilitator kembali melanjutkan latihan katarsis setelah sebelumnya, seorang dokter dari tim panitia MTDS memberikan pandangan secara medis kedokteran tentang beberapa pertanyaan peserta. Latihan ketiga ini sangat efektif untuk melepaskan tekanan mental yang sudah terakumulasi selama bertahun-tahun. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab sesi terakhir dan menyanyi lagu “Selayang Pandang” yang sangat “pecah” dengan ekspresi keceriaan seluruh peserta yang baru saja telah mendaur-ulang energi stresnya menjadi energi keceriaan.
Panitia berharap, semoga latihan, buku, dan program yang disumbangkan bermanfaat dalam keseharian para guru di SMKN 1 Sawan. Semoga selalu berdaya dalam menghadapi tantangan seberat apa pun, di sekolah maupun di luar sekolah, sehingga mampu memberikan yang terbaik, tidak hanya bagi kompetensi, tapi juga bagi pertumbuhan budi pekerti para siswanya. Semoga kelak para guru-guru lain juga mendapatkan sentuhan MTDS di kemudian hari.
Sejarahnya, SMK Negeri 1 Sawan ini diresmikan pada 13 Juni 2011 oleh Bupati Buleleng, Drs. Putu Bagiada, M.M. Sejak awal, SMK ini dipimpin oleh I Made Rasta yang akrab disapa “Pak Rama”. Beliau mengarahkan kejuruan ini menjadi sekolah pariwisata berbasis IT tanpa melupakan budi pekerti siswanya. (*r/ram).