JAKARTA – Rabu (03/08/2022) Plt. Dirjen Bimas Hindu, Komang Sri Marheni didampingi Direktur Urusan Agama Hindu, Trimo dan Kasubdit Penyuluh Hindu, Ida Made Pidada menerima audiensi dari Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara (STAH DN) Jakarta, Drs. I Made Sutresna, M.A bersama timnya. Audiensi tersebut bertujuan untuk simakrama sekaligus menguatkan kerjasama Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) dengan Ditjen Bimas Hindu dalam berkolaborasi dan bersinergi memajukan umat Hindu dalam pengembangan kualifikasi dan kompetensi.
Seperti diketahui, STAH DN Jakarta menjadi pelopor penyusunan MOU terkait pengembangan kualifikasi dan kompetensi bagi Penyuluh Agama Hindu Non PNS antara Ditjen Bimas Hindu dengan PTKH. Audiensi menyepakati penyusunan MoU tentang Pengembangan Kualifikasi dan Kompetensi Penyuluh Agama Hindu Non-PNS.
“Saat ini pemetaan kualifikasi pendidikan Penyuluh Agama Hindu masih dalam proses dan setelah rampung akan segera kita buatkan draft perjanjian kerjasama yang dituangkan dalam MOU dengan PTKH untuk pengembangan kualifikasi dan kompetensi mereka kedepannya”, jelas Komang Sri Marheni.
Hal ini disambut baik oleh I Made Sutresna yang mengatakan bahwa, program kerjasama tersebut akan banyak menarik minat anak muda Hindu untuk menempuh pendidikan di PTKH karena mereka dapat mengembangkan kualifikasi, kompetensi, kualitas dan kapasitasnya melalui program tersebut.
Menurut data, setidaknya, ada 409 orang penyuluh dengan kualifikasi pendidikan belum S1 (370 orang SMA, 13 orang D2 dan 26 orang D3) dan terdapat 276 orang penyuluh dengan kualifikasi pendidikan S1 Non Keagamaan yg tidak linier dengan kompetensi sebagai Penyuluh Agama.
Dikatakan bahwa, penyuluh Agama Hindu Non PNS ini perlu diberikan kesempatan pengembangan diri agar bisa memberikan kontribusi maksimal dalam melaksanakan penyuluhan memajukan umat Hindu pada setiap daerah binaannya (*r).